Tampilkan postingan dengan label Tips Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2016

Bahaya !!! Coba Perhatikan Posisi Duduk Anak Bunda



Tau gaak sih bunda kalau kelainan tulang belakang akibat salah duduk? Bunda kenal dengan istilah Lordosis, Skoliosis dan Kifosis?. Ini adalah Posisi duduk anak tidak boleh kita anggap sepele. Terutama ketika anak sedang belajar di rumah menggunakan meja belajar di kamarnya ataupun ketika anak sedang mengikuti pelajaran di sekolah. Jam pelajaran yang lama di sekolah akan membuat anak-anak berlama-lama duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Karena lamanya duduk ini maka kita perlu waspada karena posisi duduk yang salah bisa menyebabkan penyakit kelainan bentuk tulang belakang. 

Penyakit kelainan bentuk tulang punggung belakang karena posisi duduk yang salah dibagi menjadi tiga (3) macam yaitu Skoliosis, Kifosis dan Lordosis. Naaah dari tiga penyakit ini memiliki bentuk dan ciri khas masing-masing dan penamaannya sesuai dengan bentuk tulang punggung tersebut. Kita sebagai orang tua harus menyadari dan memahami bahwa penyakit Skoliosis, Kifosis dan Lordosis bisa saja menimpa anak kita. Hal ini sangat beralasan dikarenakan kondisi anak kita yang masih aktif mengikuti pelajaran di sekolah sehingga anak-anakpun harus duduk lama hingga berjam-jam dalam sehari. Minimnya pengetahuan anak akan penyakit kelainan tulang punggung belakang ini akan membuat anak-anak duduk dengan posisi semaunya karena menyesuaikan dengan kekuatan fisik anak.

 Berikut ini adalah pengertian dari ketiga macam penyakit tersebut:

 1. Skoliosis Mengenal skoliosis, lordosis dan kifosis Penyakit skoliosis yaitu kelainan bentuk tulang punggung belakang yang mana tulang punggung melengkung ke samping. Hal ini bisa terjadi karena posisi duduk menyamping yang terlalu lama. Posisi ini bisa terbentuk biasanya dikarenakan anak salah mengambil posisi ketika menulis. Karena anak ingin mencari posisi nyaman ketika menulis maka si anak cenderung menyamping agar tulisannya bisa terlihat rapi dan bagus.




 2. Lordosis Mengenal skoliosis, lordosis dan kifosis Tulang punggung lordosis yaitu dimana bentuk tulang belakang bagian perut yang melengkung ke depan sehingga posisi perut akan lebih sedikit maju ke depan. Hal yang memungkinkan ini bisa terjadi bisa jadi dikarenakan anak terlalu lama ketika bersandar di meja. Meskipun posisi yang lain juga bisa menyebabkan penyakit lordosis. Salah satunya dikarenakan terlalu sering mengambil beban.




 3. Kifosis (Kyphosis) Mengenal Kifosis, lordosis dan skoliosis Penyakit kifosis yaitu kelainan bentuk tulang belakang dengan posisi tulang belakang melengkung ke belakang sehingga akan menyebabkan anak terlihat seperti bungkuk. Melihat dari ketiga bentuk kelainan tulang punggung tersebut maka hal tersebut sangat berpeluang menimpa pada anak kita. Selain kondisi duduk yang salah, kekurangan vitamin D juga bisa memperparah keadaan tersebut. Asupan nutrisi yang buruk ataupun komposisi makanan yang tidak baik serta sikap anak yang suka jajan sembarangan akan membuat anak rentan dengan penyakit tersebut.



 Untuk mencegah agar hal tersebut tidak menimpa pada anak kita, maka sebagai langkah pencegahan kita bisa merutinkan olah raga bersama anak. Ahad pagi merupakan waktu yang sangat cocok untuk menjaga kestabilan tulang punggung belakang. Sinar mentari pagi akan membuat kebutuhan vitamin D bisa tercukupi. Selain itu ingatkan kepada anak agar bisa menjaga posisi duduknya dan sesekali sarankan kepada anak agar anak melakukan rehat ataupun peregangan. Dengan peregangan akan bisa melemaskan otot-otot yang kaku. Meja belajar anak di rumah usahakan memang bisa memberikan kenyamanan untuk anak. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Rabu, 30 Maret 2016

Cara Mengajarkan Anak Untuk Lebih Bertanggung-jawab




Mengajar tanggung jawab kepada anak-anak adalah salah satu pekerjaan yang kita miliki sebagai orang tua. Ini seperti menakutkan, tetapi hal ini sangat diperlukan. Banyak orang dewasa tidak mengerti akan makna dari tanggung jawab, bukan hanya untuk diri mereka sendiri tapi juga untuk orang lain. Kita harus sangat keras ketika mengajarkan tanggung jawab kepada anak kita. Anak-anak yang tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab biasanya memiliki beberapa pedoman dalam hdiup mereka. Mereka telah diberi kesempatan untuk berkontribusi pada rumah tangga dalam beberapa bentuk, mereka juga diajarkan tentang uang dan diberikan kemandirian untuk belajar mengandalkan diri mereka sendiri.

Meskipun anak-anak harus diperbolehkan untuk menjadi anak-anak saat mereka tumbuh dewasa, mengajar mereka tanggung jawab dari usia muda adalah sama pentingnya. Salah satu cara untuk mengajar mereka ini adalah melalui tugas-tugas. Memiliki tanggung jawab di sekitar rumah, dan memberikan kontribusi untuk keluarga, dapat membantu mereka belajar bertanggung jawab. Tugas juga mengajarkan mereka tentang rasa hormat. Mereka belajar untuk menghormati apa yang orang tua mereka lakukan untuk mereka, mainan dan barang-barang yang diberikan kepada mereka dan menghormati kemampuan mereka sendiri untuk berkontribusi dengan cara yang berarti.

Salah satu kesulitan terbesar bagi orang dewasa saat ini adalah mengelola uang. Memberikan anak Anda uang saku adalah langkah pertama dalam mengajar mereka tentang bertanggung jawab secara finansial. Untuk mendapatkan uang saku mereka, anak-anak harus menyelesaikan tugas-tugas mereka seperti yang akan mereka temui setiap hari. Ajarkan mereka tentang menyimpan dan menghabiskan serta bertanggung jawab. Tapi kemudian mungkinkan mereka untuk membuat keputusan sendiri. Ini adalah di mana mereka dapat dengan aman melakukan kesalahan tentang uang dan belajar bagaimana menanganinya untuk keuntungan bagi diri mereka sendiri. Ini juga di mana anda dapat mengajarkan mereka tentang amal, sehingga sebagai orang dewasa mereka akan mengetahui tidak hanya bagaimana menjadi bertanggung jawab untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagaimana untuk membantu orang lain.

Banyak orangtua modern menjaga anaknya layaknya membungkus anaknya menggunakan plastik. Tetapi anak memiliki beberapa ukuran kebebasan adalah di mana mereka belajar untuk mengandalkan diri mereka sendiri. Anak-anak belajar tanggung jawab dengan yang dilakukan untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Jangan mencoba untuk melindungi mereka. Biarkan mereka sepenuhnya jadi diri mereka sendiri. Belajar dari membuat kesalahan dan itu lebih baik. Jangan takut untuk membiarkan anak Anda menghabiskan waktu sendiri atau takut untuk membiarkan mereka membuat keputusan tentang waktu mereka, hobi dan teman-teman. Beri mereka kebebasan yang mereka butuhkan untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab yang tahu bagaimana mengurus diri sendiri.

Mengajar anak-anak untuk bertanggung jawab bukanlah hal yang mustahil. Meskipun ada banyak orang dewasa di dunia yang tidak tahu arti tanggung jawab. Hal ini tidak harus terjadi untuk anak-anak Anda. Ajarkan mereka untuk berkontribusi melalui tugas-tugas yang sesuai dengan usia mereka. Dan ajarkan mereka untuk lebih menghargai apa yang Anda lakukan untuk mereka. Beri mereka uang saku mingguan atau bulanan ketika mereka telah menyelesaikan tugas-tugas mereka dan memungkinkan mereka untuk menghabiskan itu sesuai dengan keinginan mereka. Mereka akan belajar mengatur keuangan yang akan terbawa hingga mereka tumbuh dewasa. Memberi mereka kebebasan untuk belajar dan menghibur diri mereka sendiri, membuat keputusan sendiri untuk hidup dengan konsekuensi dari keputusan tersebut. Beri mereka fondasi dasar dari tanggung jawab di masa kecil dan Anda telah mengajarkan mereka untuk menjadi orang dewasa yang dibutuhkan dunia. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.




Selasa, 15 Maret 2016

Matematika Tak Sekadar Urusan Berhitung...

Ilustrasi.
Dilihat sekilas, Ruslan Yusuf tampak biasa saja. Ia hanya memakai kaus dan celana santai. Namun, di balik penampilannya yang bersahaja, Ulcok, panggilan akrabnya, menyimpan sebuah kekuatan istimewa.

Dia bukan tokoh superhero sekelas Superman atau Batman. Ulcok hanya seorang "kalkulator berjalan". Ia mampu mengerjakan soal berhitung apa pun tanpa bantuan alat dan berhasil menjawab dengan tepat.

Sehari-hari Ulcok mampir dari satu kantor ke warung kopi untuk menawarkan jasa berhitung. Ia melakukan itu tanpa menyerah demi perekonomian keluarga.

Boleh jadi, untuk Ulcok, matematika bukanlah pelajaran mengerikan. Karena terbukti, hal itu justru mampu membantu dan menopang kehidupannya.

Dekat dalam kehidupan

Pengalaman Ulcok mungkin sedikit berbeda dari sebagian besar siswa di sekolah pada umumnya. Dilansir oleh Kompas.com, sebuah studi di Amerika Serikat menyebutkan bahwa 17-30 persen anak usia sekolah dasar dan menengah negara punya ketakutan tersendiri terhadap matematika.

Beberapa siswa juga merasa cemas menghadapi pelajaran ini di sekolah. Ada citra tersendiri di mana matematika seolah menjadi studi yang paling disegani. Padahal, ilmu ini sebenarnya dekat dan berguna dalam kehidupan manusia.

Tokoh sains dan matematika Indonesia, Yohannes Surya, pernah mengatakan bahwa matematika berperan membantu perkembangan logika pada anak serta ketangkasan menyelesaikan masalah.

Contoh lain terlihat dari penemuan Ruddy Kurnia, salah satu mahasiswa S-3 di University of Twente, Belanda. Ia berhasil menemukan perangkat lunak pengukur perilaku ombak yang disebut Hawassi.
Alat tersebut mengadopsi model perhitungan matematis dari energi kinetik ombak untuk mengetahui perilakunya pada kedalaman laut tertentu. Berkat Hawassi, pembuatan pelabuhan misalnya, tak lagi memerlukan eksperimen lama karena beberapa faktor, seperti putaran ombak atau kedalaman air, dapat diketahui dalam hitungan menit.

Jangan kaku

Sebenarnya, matematika dan ilmu sains lainnya akan lebih mudah dipelajari jika Anda tidak sungkan mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari. Kuncinya hanyalah kemauan untuk mempelajari.

Ambil contoh pembelajaran yang diterapkan di University of Twente, Belanda. Kampus ini memberikan kesempatan bagi pelajar untuk melintas batas akademik dengan memadukan ilmu teknologi dan sosial.

University of Twente menjadikan kampusnya sebagai tempat eksplorasi. Siswa bebas berdiskusi secara informal dan terbuka mengenai bidang studi bersama para pengajar. Lingkungan universitas yang memiliki pemandangan taman dan museum arsitektur terbuka juga ditargetkan mampu membangun suasana belajar yang kondusif.

Keterbatasan bahasa pun tak jadi masalah besar di universitas ini. Meski letaknya di Belanda, ada 12 program studi yang diajarkan dalam bahasa Inggris tahun ini. Pelajar dapat memilih program studi di berbagai bidang, antara lain teknik dan ilmu pengetahuan alam hingga ilmu perilaku dan manajemen.

Adapun bagi mahasiswa Indonesia, University of Twente menawarkan beasiswa melalui program University of Twente Scholarship (UTS) dan Orange Tulip Scholarship (OTS). Pembiayaan terbuka untuk program sarjana, master, doktor, dan bahkan short course.

Informasi lebih lanjut mengenai beasiswa dan univesitas dapat Anda temukan di https://www.utwente.nl/en/education/scholarship-finder. Lebih jauh mengenai pendidikan tinggi di Belanda Anda dapatkan melalui situs Nuffic Neso Indonesia di