Jumat, 08 April 2016

Bahaya !!! Coba Perhatikan Posisi Duduk Anak Bunda



Tau gaak sih bunda kalau kelainan tulang belakang akibat salah duduk? Bunda kenal dengan istilah Lordosis, Skoliosis dan Kifosis?. Ini adalah Posisi duduk anak tidak boleh kita anggap sepele. Terutama ketika anak sedang belajar di rumah menggunakan meja belajar di kamarnya ataupun ketika anak sedang mengikuti pelajaran di sekolah. Jam pelajaran yang lama di sekolah akan membuat anak-anak berlama-lama duduk di kursi yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Karena lamanya duduk ini maka kita perlu waspada karena posisi duduk yang salah bisa menyebabkan penyakit kelainan bentuk tulang belakang. 

Penyakit kelainan bentuk tulang punggung belakang karena posisi duduk yang salah dibagi menjadi tiga (3) macam yaitu Skoliosis, Kifosis dan Lordosis. Naaah dari tiga penyakit ini memiliki bentuk dan ciri khas masing-masing dan penamaannya sesuai dengan bentuk tulang punggung tersebut. Kita sebagai orang tua harus menyadari dan memahami bahwa penyakit Skoliosis, Kifosis dan Lordosis bisa saja menimpa anak kita. Hal ini sangat beralasan dikarenakan kondisi anak kita yang masih aktif mengikuti pelajaran di sekolah sehingga anak-anakpun harus duduk lama hingga berjam-jam dalam sehari. Minimnya pengetahuan anak akan penyakit kelainan tulang punggung belakang ini akan membuat anak-anak duduk dengan posisi semaunya karena menyesuaikan dengan kekuatan fisik anak.

 Berikut ini adalah pengertian dari ketiga macam penyakit tersebut:

 1. Skoliosis Mengenal skoliosis, lordosis dan kifosis Penyakit skoliosis yaitu kelainan bentuk tulang punggung belakang yang mana tulang punggung melengkung ke samping. Hal ini bisa terjadi karena posisi duduk menyamping yang terlalu lama. Posisi ini bisa terbentuk biasanya dikarenakan anak salah mengambil posisi ketika menulis. Karena anak ingin mencari posisi nyaman ketika menulis maka si anak cenderung menyamping agar tulisannya bisa terlihat rapi dan bagus.




 2. Lordosis Mengenal skoliosis, lordosis dan kifosis Tulang punggung lordosis yaitu dimana bentuk tulang belakang bagian perut yang melengkung ke depan sehingga posisi perut akan lebih sedikit maju ke depan. Hal yang memungkinkan ini bisa terjadi bisa jadi dikarenakan anak terlalu lama ketika bersandar di meja. Meskipun posisi yang lain juga bisa menyebabkan penyakit lordosis. Salah satunya dikarenakan terlalu sering mengambil beban.




 3. Kifosis (Kyphosis) Mengenal Kifosis, lordosis dan skoliosis Penyakit kifosis yaitu kelainan bentuk tulang belakang dengan posisi tulang belakang melengkung ke belakang sehingga akan menyebabkan anak terlihat seperti bungkuk. Melihat dari ketiga bentuk kelainan tulang punggung tersebut maka hal tersebut sangat berpeluang menimpa pada anak kita. Selain kondisi duduk yang salah, kekurangan vitamin D juga bisa memperparah keadaan tersebut. Asupan nutrisi yang buruk ataupun komposisi makanan yang tidak baik serta sikap anak yang suka jajan sembarangan akan membuat anak rentan dengan penyakit tersebut.



 Untuk mencegah agar hal tersebut tidak menimpa pada anak kita, maka sebagai langkah pencegahan kita bisa merutinkan olah raga bersama anak. Ahad pagi merupakan waktu yang sangat cocok untuk menjaga kestabilan tulang punggung belakang. Sinar mentari pagi akan membuat kebutuhan vitamin D bisa tercukupi. Selain itu ingatkan kepada anak agar bisa menjaga posisi duduknya dan sesekali sarankan kepada anak agar anak melakukan rehat ataupun peregangan. Dengan peregangan akan bisa melemaskan otot-otot yang kaku. Meja belajar anak di rumah usahakan memang bisa memberikan kenyamanan untuk anak. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Stop,, Bullying,,,,




Sampai saat ini Bullying udah menjadi bagian keseharian di kehidupan kita sebagai manusia. Orang tua, para remaja bahkan anak kecil pernah melakukan Bullying. Bullying adalah perilaku agresif antara anak usia sekolah yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan nyata atau dirasakan. Perilaku ini diulang, atau memiliki potensi untuk diulang, dari waktu ke waktu. Bullying tanpa kita sadari sudah membudaya secara tidak langsung ke generasi penerus kita.
 
Anak-anak yang suka bully menggunakan kekuatan mereka seperti kekuatan fisik, akses ke informasi yang memalukan, mereka juga menggunakan popularitas untuk mengontrol atau merugikan orang lain. ketidakseimbangan kekuatan dapat berubah dari waktu ke waktu dan dalam situasi yang berbeda, bahkan jika mereka melibatkan orang yang sama.

Ada tiga jenis bullying:

    1.  intimidasi verbal mengatakan atau menulis meliputi:
         Menggoda
         Nama panggilan
         komentar seksual yang tidak pantas
         mengejek
         Mengancam untuk menyebabkan kerusakan
 
 2.  intimidasi sosial, kadang-kadang disebut intimidasi sebagai relasional, melibatkan menyakiti reputasi atau hubungan seseorang. intimidasi sosial meliputi:
         Meninggalkan seseorang dengan sengaja
         Mengatakan anak-anak lain untuk tidak berteman dengan seseorang
         Menyebarkan desas-desus tentang seseorang
         Memalukan seseorang di depan umum
 
 3.  intimidasi fisik melibatkan menyakiti tubuh atau harta seseorang. intimidasi fisik meliputi:
         Memukul / menendang / mencubit
         Meludah
         Tersandung / mendorong
         Mengambil atau melanggar hal-hal seseorang
         Membuat gerakan kasar.

Bagaimana cara menghentikan Bullying pertama-tama minta lah sekolah tempat anak bunda menimba ilmu berperan aktif dalam menghentikan bullying. Kedua jika anak sudah pernah terkena bullying coba alihkan stress mereka ke dalam bentuk yang lebih positif seperti berolahraga atau menekuni hobby mereka. Ketiga maksimalkan peran orang tua sebagai partner anak, rajinlah bertanya kepada anak gimana perasaannya di sekolah gimana akitivitas mereka, buat mereka nyaman jika bercerita dengan kita. Lalu terakhir ajari anak kita untuk menghadapi bully dengan bijak. Bantu mereka dalam menghadapi setiap masalah yang akan mereka hadapi di kehidupan mereka sehari. Salam Anak Indonesia Hebat.



Kamis, 07 April 2016

Hati-hati Bunda Jangan Biasakan Anak Kita Berbohong




Tidak pernah ada orangtua yang mau anaknya suka berbohong. Tetapi tahukah anda, bahwa seorang anak sudah bisa berbohong sejak berusia empat tahun? Pertanyaannya adalah mengapa anak berbohong?
Apakah karena mereka tidak mempunyai konsep moral yang baik, atau karena berbohong adalah satu-satunya pilihan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan? Saat anak memasuki usia sekolah, biasanya berbohong dilakukan untuk mendapat apa yang mereka anggap berharga. Misalnya, untuk memperoleh benda yang diinginkan, mendapat penghargaan atau pujian.


Berbohong juga biasa dilakukan anak untuk menghindari sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti menutupi rasa takut atau hukuman. Dan kebohongan semacam ini seringkali lolos dari perhatian orangtua. Salah satu kebiasaan berbohong yang paling sering dilakukan anak adalah dengan berpura-pura sakit. Biasanya kebohongan ini kerap kali dijadikan jalan keluar oleh anak, untuk menghindari hukuman atau situasi yang tidak menyenangkan di sekolah. 

Hal semacam ini adalah akibat dari ketidakpahaman anak tentang arti berbohong. baru-baru ini kita dikagetkan dengan berita aksi konvoi para pelajar usai mengikuti ujian nasional (UN) di Medan, Rabu (6/4) sore, diwarnai tindakan arogan dari seorang siswi. Selain melanggar aturan lalu lintas bersama temannya, dia mengancam perwira Polantas.

Tindakan arogan siswi itu terjadi di Jalan Sudirman, Medan. Saat itu, mobil Honda Brio hitam bernomor polisi BK 1428 IG melintas dengan pintu belakang terbuka ke atas. Mobil yang ditumpangi 7 siswi dengan seragam berlogo SMA Methodist I itu dihentikan seorang Polwan, Ipda Perida Panjaitan. Namun, para siswi yang turun dari mobil itu protes. Mereka tidak senang karena banyak mobil lain yang melanggar aturan namun hanya mereka yang dihentikan. "Itu ada mobil merah di depan, kenapa cuma kami yang dihentikan," protes mereka.

Polwan dan dua polantas lain menyatakan akan menindak dan membawa mobil itu ke kantor Satlantas Polresta Medan. Seorang siswi berambut panjang langsung emosi.

"Oh oke, mau dibawa? Siap-siap kena sanksi turun jabatan ya. Aku juga punya beking," ucap siswi itu dengan nada tinggi.

Dia pun terus marah-marah dan menunjuk-tunjuk Polantas yang menghentikannya. "Oke Bu ya, aku nggak main-main ya Bu. Kutandai Ibu ya. Aku anak Arman Depari," ucapnya. Sementara itu, Ipda Perida tak banyak berkomentar. "Iya, iya," katanya sambil meletakkan telunjuk di bibir. Siswi itu memegang ponsel dan seakan-akan ingin menelepon. "Bapak ini dari mana ya," katanya bertanya pada Polantas lainnya.

Saat dikonfirmasi, apakah benar putri Irjen Pol Arman Depari, Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), siswi itu pun tak mau menjawab. Dia justru langsung menghindar. Petugas akhirnya membiarkan para siswa itu pergi. "Kalian langsung pulang ya, langsung pulang ke rumah. Kami memang membubarkan konvoi anak sekolah, buat kalian juga lho," ucap Ipda Perida Panjaitan Para siswa itu kemudian masuk mobil. Mereka berlalu, dengan kap belakang tertutup.

Alangkah sangat memalukan ketika Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjend Arman Depari membantah anaknya yang melakukan sikap arogan dan marah-marah kepada polwan Ipda Perida Panjaitan, karena mau ditilang. "Anak saya tidak ada perempuan, yang diberitakan itu bukan anak saya. Tiga orang anak saya laki-laki dan tinggal di Jakarta tidak ada di Kota Medan," katanya kepada wartawan yang dihubungi via seluler, Rabu (6/4/2016) malam.

Kejadian seperti diatas tidak akan pernah terjadi, jika kita sudah mendidik anak kita untuk selalu jujur dalam segala hal. Pendidikan karakter akan sangat berpengaruh kepada buah hati kita, jika kita terapkan sedini mungkin. Oleh karena itu mari kita semua para orang tua bahu-membahu mendidik anak kita dari rumah, karena percayalah Indonesia akan lebih hebat jika dirumah kita sudah kuat. Salam Anak Indonesia Hebat.
 

Selasa, 05 April 2016

Be Aware Bunda Bahaya Kebiasaan Anak Duduk Posisi W



Posisi duduk tergantung dari posisi dari apa yang kita sedang kerjakan, maupun dari segi mengobrol , mengerjakan PR ,menonton tv , melakukan sesuatu pekerjaan dan lain-lain taukah kalian dampak duduk Membentuk Huruf W biasanya posisi ini suka di lakukan anak-anak wanita maupun dewasa. Dampak dari duduk dalam keadaan posisi bentuk huruf W, seperti yang anda lihat pada foto di bawah

 posisi duduk tersebut sangat sering kita jumpai pada anak-anak dan teman atau di keluarga kalian, dan mereka ini dapat menghabiskan berjam-jam duduk dengan keadaan posisi duduk W. biasanya mereka sangat asyik dengan kesibukannya sendiri yaitu bermain atau bersenda gurau karena mereka tidak tahu dampak negatif dari duduk dalam posisi huruf W. 

Dampak Mengerikan Jika Posisi Duduk Membentuk Huruf W Ilutrasi posisi duduk membentuk huruf w Dampak Negatif Duduk Posisi Huruf W Dampak dari posisi duduk huruf W ini menyebabkan masalah yang kebanyakan orang tidak tahu dan faham akan dampak negatif untuk kesehatan nya. Selain itu juga, dengan duduk seperti ini dapat menyebabkan rotasi pinggul dalam dan predisposisi, dan akan berkembangnya masalah ortopedi yang serius dari hal sepele ini! dan Terlebih lagi, posisi ini juga dapat mengakibatkan deformasi bagian otot dan kontraksi, serta akan menhakibatkan pertumbuhan tulang yang tidak benar dari posisi yang seharusnya. Bahkan, dari setiap ortopedi profesional akan memperingatkan Anda untuk tidak membiarkan keluarga, sahabat dan anak-anak kalian untuk duduk dalam posisi huruf W. 

 Dampak dalam posisi ini, efek yang mengakibatkan gravitasi melebihi pusat dari gravitasi tubuh dasar, sehingga menyebabkan otot-otot tubuh tidak dapat mempertahankan keseimbangan tubuh secara normal. Genu Valgum adalah istilah latin untuk menggambarkan bentuk knock-knee atau bentuk kaki seperti huruf X. Bentuk kaki X ini dapat digambarkan dengan kondisi kaki bagian bawah diposisikan pada sudut luar, yaitu lutut yang saling menyentuh, sementara pergelangan kaki terpisah. Pola berjalan pada penderita ini adalah dengan melangkah tanpa menapakkan bagian tungkai kaki secara sempurna pada bidang pijakan (lantai). Tak hanya mekanisme gaya dan pola berjalannya saja yang terganggu, ciri fisiknya juga tampak cacat dan adanya rasa sakit pada bagian lutut anterior dan medial. 

Dampak Mengerikan Jika Posisi Duduk Membentuk Huruf W Mengatasi Dampak Negatif Duduk Membentuk Huruf W Cara mengatasi termudah untuk mencegah komplikasi ialah dengan mencegah duduk dalam posisi ini menjadi kebiasaan yang biasa kalian di anggap wajar-wajar saja. Oleh karena itu, mulailah dari sekarang jangan membiarkan keluarga, sahabat dan anak-anak kalian untuk duduk dalam posisi huruf W, tetapi mencoba dan memberitahu mereka untuk duduk dengan posisi kaki lurus (selonjor) , atau mungkin saling silang (bersila) agar mereka tidak mengulangi dari keterbiasaan duduk huruf W. Nah semoga tips ini bermanfaat, untuk kalian agar mengubah posisi duduk dengan benar agar terhindar dari musibah yang kita tidak harapkan. Salam Anak Indonesia Hebat.

Senin, 04 April 2016

Baik dan Buruk Bermain Game




Bagimana sih dampak baik dan buruknya jika anak kita sering bermain games. Sangat banyak orang yang membicarakan mengenai kebaikan dan keburukan dari bermain games dan berinternet pada jaman sekarang ini. Ini disebabkan karena telah banyak peristiwa yang kurang menyenangkan dari kalangan internet, apalagi pelakunya yakni anak yang masih dibawah umur. Mari kita lihat apa aja sih kebaikan dan keburukan dari bermain game dan internet?.

 Salah satu kebaikan yang bisa kita peroleh pada saat sedang bermain game adalah membuat orang bahagia. Namun, sangatlah penting untuk kita membatasi waktu bermain game, karena ada kemungkinan bahwa alat ini membuat kamu menjadi kecanduan. Biarkanlah jika anak-anak ingin bermain game sesering mungkin, tapi ingat jangan sampe lupa untuk mengingatkan mereka berhenti sejenak. Bermain game mampu membuat anak kita : Mengatasi rasa sakit, Bekerjasama dalam tim, Mengurangi stres, Sportivitas dan adil, meningkatkan kemampuan belajar, Keterampilan sosial, Koordinasi mata dan tangan, Kebugaran dan gizi, Aktivitas fisik. 

Waaahhh ternyata dengan bermain game kita telah mendapatkan begitu banyak kebaikan, tapi kebaikan tersebut dapat kamu peroleh dengan bagaimana kamu menyikapi permainan game tersebut, apa kamu akan terus berfokus pada game dan melupakan semua kegiatan rutin kamu atau akan bersikap selektif terhadap waktu yang kamu miliki.

Aadapun  keburukan dari kegiatan ini berdampak pada munculnya kekerasan di masyarakat, anak akan bertingkah buruk lagi jika hanya games dan mogok belajar karena tengah merasakan asyik nya bermain games dari pada belajar. Dulu pernah terjadi kematian tragis gara-gara games. Shown Woolley, fans berat Ever Quest tewas setelah bermain games online. Kini ibu Woolly mengelola Online Gamers Anonymous, yaitu grup berbasis Web untuk orang-orang telah terisolasi dan terbuang akibat games. 

Games mampu Membuat Penggunanya Ketagihan, Mengganggu kesehatan, dan Menimbulkan Kekerasan. Para orang tua di harapkan untuk senantiasa mengawasi setiap kali anak sedang bermain games serta berjaga-jaga dengan “wabah penyakit” yang bisa menyerang anak-anak di rumah. Dengan adanya bimbingan dan arahan dari para orang tua diharapkan mampu meminimalisir kejadian kekerasan yang terjadi akibat dari bermain games yang tidak terarah. Lebih baik anak dikenalkan dengan permainan tradisional yang mampu mengembangkan kemampuan sosial anak menjadi lebih. Di Indonesia sangat banyak permainan tradisional yang mampu mengasah banyak perkembangan karakter anak seperti: bermain congklak, ular naga, tongkat bambu, kucing-kucingan, petak umpet, pecah piring, patok lele, dan masih banyak lagi jenis game tradisional yang baik untuk anak pelajari bersama dengan teman seumurannya.

Rabu, 30 Maret 2016

Cara Mengajarkan Anak Untuk Lebih Bertanggung-jawab




Mengajar tanggung jawab kepada anak-anak adalah salah satu pekerjaan yang kita miliki sebagai orang tua. Ini seperti menakutkan, tetapi hal ini sangat diperlukan. Banyak orang dewasa tidak mengerti akan makna dari tanggung jawab, bukan hanya untuk diri mereka sendiri tapi juga untuk orang lain. Kita harus sangat keras ketika mengajarkan tanggung jawab kepada anak kita. Anak-anak yang tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab biasanya memiliki beberapa pedoman dalam hdiup mereka. Mereka telah diberi kesempatan untuk berkontribusi pada rumah tangga dalam beberapa bentuk, mereka juga diajarkan tentang uang dan diberikan kemandirian untuk belajar mengandalkan diri mereka sendiri.

Meskipun anak-anak harus diperbolehkan untuk menjadi anak-anak saat mereka tumbuh dewasa, mengajar mereka tanggung jawab dari usia muda adalah sama pentingnya. Salah satu cara untuk mengajar mereka ini adalah melalui tugas-tugas. Memiliki tanggung jawab di sekitar rumah, dan memberikan kontribusi untuk keluarga, dapat membantu mereka belajar bertanggung jawab. Tugas juga mengajarkan mereka tentang rasa hormat. Mereka belajar untuk menghormati apa yang orang tua mereka lakukan untuk mereka, mainan dan barang-barang yang diberikan kepada mereka dan menghormati kemampuan mereka sendiri untuk berkontribusi dengan cara yang berarti.

Salah satu kesulitan terbesar bagi orang dewasa saat ini adalah mengelola uang. Memberikan anak Anda uang saku adalah langkah pertama dalam mengajar mereka tentang bertanggung jawab secara finansial. Untuk mendapatkan uang saku mereka, anak-anak harus menyelesaikan tugas-tugas mereka seperti yang akan mereka temui setiap hari. Ajarkan mereka tentang menyimpan dan menghabiskan serta bertanggung jawab. Tapi kemudian mungkinkan mereka untuk membuat keputusan sendiri. Ini adalah di mana mereka dapat dengan aman melakukan kesalahan tentang uang dan belajar bagaimana menanganinya untuk keuntungan bagi diri mereka sendiri. Ini juga di mana anda dapat mengajarkan mereka tentang amal, sehingga sebagai orang dewasa mereka akan mengetahui tidak hanya bagaimana menjadi bertanggung jawab untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagaimana untuk membantu orang lain.

Banyak orangtua modern menjaga anaknya layaknya membungkus anaknya menggunakan plastik. Tetapi anak memiliki beberapa ukuran kebebasan adalah di mana mereka belajar untuk mengandalkan diri mereka sendiri. Anak-anak belajar tanggung jawab dengan yang dilakukan untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Jangan mencoba untuk melindungi mereka. Biarkan mereka sepenuhnya jadi diri mereka sendiri. Belajar dari membuat kesalahan dan itu lebih baik. Jangan takut untuk membiarkan anak Anda menghabiskan waktu sendiri atau takut untuk membiarkan mereka membuat keputusan tentang waktu mereka, hobi dan teman-teman. Beri mereka kebebasan yang mereka butuhkan untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab yang tahu bagaimana mengurus diri sendiri.

Mengajar anak-anak untuk bertanggung jawab bukanlah hal yang mustahil. Meskipun ada banyak orang dewasa di dunia yang tidak tahu arti tanggung jawab. Hal ini tidak harus terjadi untuk anak-anak Anda. Ajarkan mereka untuk berkontribusi melalui tugas-tugas yang sesuai dengan usia mereka. Dan ajarkan mereka untuk lebih menghargai apa yang Anda lakukan untuk mereka. Beri mereka uang saku mingguan atau bulanan ketika mereka telah menyelesaikan tugas-tugas mereka dan memungkinkan mereka untuk menghabiskan itu sesuai dengan keinginan mereka. Mereka akan belajar mengatur keuangan yang akan terbawa hingga mereka tumbuh dewasa. Memberi mereka kebebasan untuk belajar dan menghibur diri mereka sendiri, membuat keputusan sendiri untuk hidup dengan konsekuensi dari keputusan tersebut. Beri mereka fondasi dasar dari tanggung jawab di masa kecil dan Anda telah mengajarkan mereka untuk menjadi orang dewasa yang dibutuhkan dunia. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.




Gagal bukan masalah




Semua orang tua pasti ingin melihat anak-anak mereka berhasil, oleh karena itu sangatlah penting untuk mengajarkan anak-anak kita bagaimana untuk gagal. Gagal dapat diungkapkan kembali sebagai mencoba lagi, jangan pernah malu untuk gagal, karena kegagalan adalah awal dari sebuah proses keberhasilan. Anak-anak yang tidak bisa mentolerir kegagalan rentan terhadap kecemasan dan dapat menyebabkan masalah yang lebih besar ketika mereka pasti gagal.

Ada begitu banyak tekanan pada anak kita saat ini. Menjadi yang terbaik sudah menjadi momok bagi anak kita dewasa ini.  padahal yang lebih penting adalah membiarkan anak-anak tahu bahwa gagal akan terjadi dan terkadang hal itu akan baik-baik saja. Bahkan, hal itu bermakna berani untuk mencoba sesuatu yang baru, mengetahui bahwa itu mungkin berhasil atau tidak.

Sayangnya kita melihat banyak anak-anak sekarang yang telah menerima begitu banyak bantuan dari orang tua mereka, baik itu dengan proyek-proyek sekolah atau hanya tugas dasar dalam hidup. Mereka menjadi bingung atas kesalahan paling kecil. Sangat penting untuk diingat bahwa kepercayaan diri diciptakan dengan menjadi lebih baik ketika melakukan sesuatu, terutama ketika membutuhkan usaha untuk mendapatkan baik. Pelajaran untuk anak dari proses ini adalah dapat menciptakan rasa percaya diri dan tidak mudah jatuh.

Inilah sebabnya mengapa mengajar anak untuk menjadi tangguh dan bangkit dari kegagalan sangatlah penting. Kemampuan untuk pulih dari kemunduran adalah salah satu kunci untuk hidup bahagia.

Menjadi tangguh tidak berarti berkembang dalam menghadapi kegagalan, itu adalah kemampuan untuk memilih diri dan menempatkan satu kaki di depan yang lain. Ini bukan sifat bawaan, itu kombinasi dari perilaku, pikiran, dan tindakan yang dapat dipelajari dan dikembangkan.

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu anak-anak Anda mengembangkan ketahanan:


  • Ketika anda melihat bahwa anak anda sedang berjuang atau mengalami kesulitan, berempati dengan dia. Pastikan untuk tidak menyakiti perasaannya. Coba gunakan bahasa seperti "Aku tahu kamu benar-benar kecewa dan bahwa kita ingin dia melakukan yang lebih baik lagi.
  • Jelaskan kepada anak anda bahwa setiap orang gagal dan menawarkan cerita tentang saat ketika anda sendiri gagal. Anda dapat model untuk anak Anda bagaimana menangani frustrasi dan kekecewaan. Ingat, anak-anak selalu mengawasi dan mengambil isyarat dari orang tua.
  • Lihatlah kegagalan sebagai kesempatan untuk mengajarkan anak Anda pelajaran tentang ketahanan.
  • Bicara menggunakan keterampilan pemecahan masalah  dengan sebuah rencana untuk apa yang harus dilakukan ketika masalah datang.
  • Jika pada awalnya Anda tidak berhasil, coba lagi. Ingatkan anak Anda bahwa mereka dapat mencoba lagi dan menggunakan kegagalan ini sebagai pengalaman belajar.
Mungkin hal yang paling penting adalah untuk melangkah mundur dan membiarkan anak anda tersandung. Kita semua ingin melindungi anak-anak kita, tetapi penting untuk memungkinkan mereka untuk gagal daripada ikut turun tangan dan memperbaiki masalah. Kegagalan mengajarkan anak-anak keterampilan yang mereka butuhkan seperti ketahanan untuk menjadi orang dewasa yang sukses.Salam Lima Jari.Salam Anak Indonesia Hebat.

Sumber: www.pbs.org
Jamie M. Howard, PhD,  Child Mind Institute's Director of the Stress and Resilience Program; Clinical Psychologist, Anxiety and Mood Disorders Center.