Jumat, 22 April 2016

Rayakan Hari Bumi Bersama Anak





Setiap tanggal 22 April kita akan memperingati "Hari Bumi" atau yang lebih populer disebut dengan Earth Day. Namun United Nation (UN) atau PBB memperingati hari Bumi sedunia pada tanggal 20 Maret yang merupakan sebuah tradisi dari aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969. Tanggal tersebut merupakan hari dimana matahari berada tepat di atas khatulistiwa atau dikenal dengan istilah Ekuinoks Maret. Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network. 

Di Indonesia, peringatan atau perayaan Hari Bumi sebenarnya belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pada dasarnya memang tidak terdapat perbedaan antara Hari Bumi Sedunia dengan Hari Lingkungan Sedunia. Hal yang paling membedakan antara dua hari besar itu adalah sejarahnya saja.

Hari bumi diperingati untuk menyadarkan seluruh penghuni bumi agar lebih menjaga bumi demi keberlangsungan masa depan manusia di bumi ini. Bumi semakin lama semakin menua, banyak sudah perubahan yang terjadi seperti mencairnya es di bagian kutub bumi, menghilangnya hutan akibat penebangan pohon secara ilegal yang berdampak langsung kepada kehidupan kita sekarang.

Sudah saatnya bagi kita para orang tua untuk mengajarkan anak kita agar perduli terhadap lingkungan sebagai wujud dari perduli dengan bumi. Kita bisa mengajarkan anak untuk mulai perduli dengan lingkungan sekitar mereka sejak mereka masih duduk di taman kanak-kanak (TK) hingga mereka sudah masuk usia Sekolah Menangah Pertama. Pendidikan cinta lingkungan itu penting diberikan kepada anak sejak usia dini. Ini akan membentuk kepribadian anak sehingga ke depan mereka mampu ikut menjaga bumi ini. 

Kita bisa mengajarkan anak kita untuk membuat karya anak-anak dengan mengaplikasikan prisip 3 R: reduce, reuse dan recycle. Ini untuk meningkatkan rasa peduli terhadap kelestarian lingkungan tempat mereka tinggal. banyak sekolah sudah mulai menerapkan sistem pembelajaran menggunakan bahan bekas/daur ulang sebagai bahan utama membuat karya di kelas. Anak-anak diajarkan untuk berkreasi menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi mereka dan bagi sekitar mereka.



Bukti nyata juga yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak kita ialah dengan membuang sampah pada tempatnya. Jangan pernah biarkan anak kita untuk membuang sampah secara sembarangan. ajarkan mereka untuk perduli dengan sampah yang ada di sekitar mereka dengan harapan mereka akan menjadi contoh bagi teman-teman mereka yang masih belum perduli dengan lingkungan.



Pendidikan rumah sangat lah penting dan merupakan pondasi dasar dari semua pendidikan yang ada di bumi ini. Kita harus mampu mengajarkan anak cucu kita untuk perduli terhadap lingkungan. Kita akan membangun budaya malu membuang sampah serta membangun budaya kreatif menciptakan berbagai jenis kreasi dari bahan bekas atau bahan daur ulang. Kita mengajarkan anak cucu kita untuk lebih jujur dan bertanggung jawab atas semua tindakan yang mereka perbuat. Kelak mereka akan tumbuh dengan bumi yang sehat dan bersahabat bagi mereka. Jangan biarkan mereka menerima bumi yang sakit dan bumi yang tidak bersahabat bagi mereka, karena mereka tidak akan pernah pantas untuk menerima hal tersebut.

Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia hebat.











 











































Kamis, 21 April 2016

Belajar dari bocah Kecil Pemberani




Terkadang kita merasa sudah sangat benar dengan apa yang sudah kita lakukan sebagai orang dewasa. Namun mungkin kita perlu banyak belajar dari anak-anak. sering kali kita menasehati anak-anak untuk tidak bermain air diluar, atau menyuruh mereka belajar di malam hari. Padahal kita sendiri sering melakukan kesalahan yang seharusnya tidak patut untuk kita lakukan. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebagai bahan renungan kita dalam mendidik anak-anak kita.

Salah satu pelajaran yang paling kuat yang kita dapat belajar dari makhluk ciptaan Tuhan yang indah ini adalah untuk tidak takut. Tentu saja, perlu ada keseimbangan di sini karena mereka tidak takut untuk belajar memasak di atas kompor yang panas. Mereka juga tidak takut menjadi diri sendiri dan mengatakan apa pun yang ada di pikiran mereka. Belakangan kita di kejutkan dengan video seorang anak bernama Daffa. Seorang bocah pemberani asal kota Semarang yang dengan gagah berani mengusir seorang pengendara sepeda motor yang naik ke atas trotoar tempat dimana Daffa dan teman-temannya sedang bermain sepeda. Disini kita bisa melihat bagaimana bocah kecil seperti Daffa mampu menyadarkan kita akan apa yang sudah diperbuat oleh orang dewasa seperti kita. Kita sendiri sudah melanggar peraturan yang sudah jelas nyata tertulis di peraturan undang-undang yang berlaku di seluruh pelosok Indonesia ini.

Terkadang orang dewasa seperti kita harus malu dan mau belajar banyak dari anak-anak yang sangat turut dengan aturan, bahkan aturan tersebut kita sendiri yang ciptakan untuk mereka. Dalam benak saya Daffa adalah anak yang spesial yang mampu menyadarkan kita semua akan apa yang sudah kita perbuat selama ini. Apa yang sudah kita lakukan dan kita berikan kepada negara kita yang tercinta ini.

Daffa adalah contoh anak yang ingin bermain bahagia bersama teman-temannya Ia hanya tidak ingin tempat bermainnya jadi tempat yang sangat berbahaya bagi dirinya. Ada baiknya kita perlu belajar dengan Daffa bocah kecil yang sudah memberikan inspirasi bahwa tidak semua yang dilakukan oleh orang dewasa sudah benar. dan tidak semua peraturan yang sudah dibuat oleh orang dewasa dilaksanakan dengan baik oleh orang dewasa itu sendiri.

Anak selalu mengekspresikan suasana hatinya dengan jujur. Mereka adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling polos dan suci. Mereka akan sangat emosional jika hak mereka dirampas. Padahal mereka selalu diwanti-wanti untuk menurut pada semua aturan yang dibuat oleh kita orang dewasa. Marilah belajar dari kasus Daffa. Mari kita belajar dari anak kita. Mari kita berubah demi kemajuaan putra-putri bangsa demi menciptakan Anak Indonesia yang Hebat.


































































Senin, 18 April 2016

Waaaah Ternyata Kita Harus Mengajarkan Agama Sejak Dini Looh



Kita harus mengajarkan agama kepada anak-anak karena, dengan belajar tentang asal-usul mitos dan sejarah dari berbagai lembaga keagamaan, mereka dapat melihat semua agama sebagai bagian dari fenomena yang sama - dan tidak melihatnya sebagai yang lebih unggul dari yang lain.

Menurut saya sangat penting untuk memberikan anak-anak dosis yang sehat dari pendidikan agama sejak dini, mengajari mereka berbagai mitologi komparatif dan agama dari pendekatan fenomenologis. Anak-anak secara alami ingin tahu, dan apa yang lebih menarik daripada sistem kepercayaan kuno yang begitu banyak dari rekan-rekan dan pendahulu yang telah mendedikasikan hidup mereka. Dengan mengajarkan mereka tentang agama-agama di seluruh dunia, kita akan memberi mereka informasi yang mereka cari dan mengisi kesenjangan dalam pengetahuan mereka dengan cara yang sama kita lakukan ketika kita mengajarkan tentang sejarah atau politik.

Beri kesempatan mereka untuk mempelajari agama, karena melalui pendidikan agama, anak akan belajar tentang mitos penciptaan dari berbagai budaya dan pengaruh mitos 'sebelumnya, tentang persamaan dan inkonsistensi dalam setiap sistem kepercayaan, dan bagaimana masing-masing agama telah berkembang dari sebuah kultus lokal untuk setara global yang modern.

Jika kita mempelajari perbandingan agama, Setelah anak sudah cukup besar untuk berpikir secara logis tentang kemungkinan kebenaran berbagai agama, biasanya sudah dalam tahap yang sedikit terlambat, karena instruksi agama telah begitu sukses memasuki kepribadian sang anak bahwa anak tidak lagi menerima kemungkinan bahwa mereka bisa salah dalam menafsirkan agama. Setelah semua, ide-ide ini diperkenalkan oleh anggota keluarga yang penuh kasih dan terpercaya, jadi tidak mungkin bagi mereka untuk memahami bahwa agam yang mereka jalankan juga bisa mengalami kesalahan dalam implementasinya.

Dengan mendidik anak-anak tentang banyak agama di dunia, sejarah dan modern sama, kita dapat menunjukkan kepada mereka bahwa setiap iman hanyalah upaya satu budaya untuk menjelaskan tidak diketahui. Mereka dapat belajar tentang agama layaknya perspektif seorang antropolog, dengan keseimbangan yang tepat, tidak mudah terpengaruh, serta mendapatkan wawasan yang benar tentang banyak sistem keyakinan yang ada di dunia.

Info penting, Ajarkanlah Anak Bunda Nilai-Nilai Kebaikan Sejak Dini



Tahap tumbuh kembang setiap balita berbeda-beda. Semuanya bagi mereka adalah sesuatu yang baru dan membuat mereka penasaran. Pengajaran yang benar dan tepat memungkinkan mereka untuk belajar lebih cepat dan lebih mudah. Jika Anda tidak mendidik balita Anda dengan baik ketika mereka masih muda, akan sulit jika anda ingin memperbaikinya nanti. Jadi mengapa tidak mulai mendidik mereka dari sekarang?Tidak pernah terlalu dini untuk memulai pendidikan. Ingat, balita adalah anak kecil, nyaris tidak mengerti Anda. Jadi, Anda harus bersabar. 

Mulailah sedini mungkin mendidik balita bunda semua dengan mengajarkan hal-hal yang baik. Ajarkan mereka tata krama Setiap kata yang Anda katakan atau setiap tindakan yang Anda lakukan akan diingat dan diikuti. Anda dapat mengajar mereka tata krama yang sederhana, Silahkan dan Terima Kasih. Contoh, bila Anda ingin balita Anda untuk memberikan sesuatu, Anda bisa mengarahkan pada objek dan mengatakan tolong. Dan ketika objek diberikan kepada Anda, mengucapkan terima kasih. Ketika Anda marah, ingat untuk tidak mengatakan kata-kata kasar di depan anak Anda. Ajarkan mereka tentang warna Belajar warna bisa menyenangkan! Mengumpulkan beberapa mainan warna atau bola untuk bermain. Pilih mainan dan meminta anak Anda untuk menyebutkan nama warna jika dia tidak bisa menjawab, beritahu mereka jawaban yang benar. Ulangi proses ini sampai balita Anda dapat mengenali warna. 

Ajarkan mereka untuk berjalan Langkah berjalan tepat adalah suatu keharusan untuk menghindari perubahan struktur tubuh. Ketika anak Anda mulai merangkak, lalu ke posisi berdiri. bantu dia berjalan dengan berpegangan tangan. Pastikan bahwa anak Anda tidak bungkuk ketika berjalan. Ajarkan mereka untuk makan Jika balita diajarkan untuk makan pada waktu yang tepat, mereka tidak akan meminta di antara makanan ringan kecuali mereka benar-benar lapar. Ajarkan mereka untuk tidur Ajarkan anak untuk tidur lebih awal dan pastikan mereka memiliki waktu tidur yang cukup. Biasakan agar balita Anda tidur di siang hari, Anda mungkin perlu botol susu, dot tidak dianjurkan, bercerita, dan apa pun yang bisa membuat balita Anda tidur. Ketika balita tertidur lelap, orang tua juga dapat tidur lelap pada malam hari. Ajarkan mereka untuk membereskan mainan Menempatkan mainan kembali ke tempat yang tepat akan membuat mereka bertanggung jawab ketika mereka tumbuh dewasa

Ajarkan mereka juga untuk berkata jujur dalam melakukan segala hal. Baik itu kepada teman seumuran mereka terlebih kepada oarang yang lebih dewasa dari mereka. Sikap jujur sejak dini diajarkan kepada anak dengan harapan mereka tumbuh jadi pribadi yang bertanggung jawab dan mau menyelesaikan masalah. Anak yang terbiasa jujur akan mampu bersosialisasi, dan berkomunikasi yang baik dengan orang dewasa dan juga anak seumurannya.

Selain jujur anak-anak juga harus diajarkan bertanggung jawab dalam segala hal. Seperti bertanggung jawab memakai sepatu dan mencoba mengikat tali sepatu mereka sendiri. Pelajaran ini akan membantu anak kita untuk lebih bertanggung jawab dimulai dari hal yang paling kecil yang berhubungan dengan keseharian mereka.

Bersikap adil juga harus diajarkan sejak dini kepada anak. Ketika kita hendak membagi makanan ataupun mainan kepada anak kita, hendaknya kita mengajarkan mereka porsi ataupun jumlah yang adil. Sehingga ketika mereka memiliki seseuatu pada mereka mereka mampu bersikap adil dan mampu berbagi dengan adil dengan sesamanya.

Dan yang paling penting untuk diajarkan kepada buah hati bunda sekalian adalah Konsekuensi. Setiap anak harus mengerti akan konsekuensi dari perbuatan yang sudah mereka lakukan. Mereka harus menerima konsekuensi jika mereka sudah berbuat sesuatu yang dilarang dan ditetapkan dalam sebuah peraturan. Konsekuensi tersebut bisa berupa pengurangan waktu bermain, ataupun bertambahnya jam belajar mereka. Konsekuensi lain yang bisa dilakukan ialah beri mereka tantangan untuk merencang sesuatu dari balok kayu atau lego yang akan mereka rancang sesuai dengan instruksi kita sebagai orang tua.

Minggu, 17 April 2016

Wooowwww menggambar ternyata mampu menghilangkan stress



Stres adalah ahal yang sering kita hadapi dalam hidup. Rasanya hampir semua orang pernah dihinggapi perasaan yang satu ini. Tua muda, laki-laki perempuan, bahkan bayi pun mengalaminya meski ‘katanya' mereka belum memikirkan apa-apa. Ketika realita tak sesuai ekspektasi, muncul masalah. Itulah yang menjadi tekanan dan menyebabkan stres. Orang melakukan berbagai upaya agar bisa lepas dari jerat stres. Bagi yang putus cinta, terkadang makanan dipilih sebagai pelampiasan. Bagi yang jenuh dengan pekerjaan, cuti dan travelling juga menjadi andalan pelepas stres.

Saat anda dilanda stres maka langkah awal yang harus segera anda lakukan adalah dengan meninggalkan ruang, tempat, dan melepaskan kenatan anda sejenak untuk mencari udara segar seketika itu pula. Hal itu mampu menenangkan diri anda dari tekanan permasalahan yang mampu menggunjang kestabilan mental dan jiwa anda. Temukan tempat dengan udara yang segar dan memiliki pemandangan indah. Jika beban permasalahan masih mendera maka dipagi harinya anda bisa mencoba berjalan-jalan di pagi hari temukan tempat yang sejuk dan memiliki pemandangan indah namun terdapat sinar matahari pagi. Menurut penelitian ternyata saat tubuh terkena matahari pagi akan meningkatkan produksi vitamin D yang amna kan berdampak pula meningkatkan produksi hormon Serotonin dimana hormon ini juga dikenal sebagai hormon “Bahagia“, dengan demikian anda akan merasa lebih baik.

Jika dalam keadaan stres tetapi anda tidak mampu meninggalkan ruangan kerja untuk sekedar mencari udara segar maka anda bisa mencoba untuk menenangkan diri dan mengatasinya dengan imajinasi. Kita hanya perlu membayangkan tempat yang nyaman dan indah seperti pemandangan laut, pantai, langit biru, gunung, perbukitan,  atau suasana yang anda sukai. Cara mengatasi stres yang satu ini memang cukup sederhana namun memiliki dampak yang cukup baik bagi pikiran agar tidak terlalu tegang.

 Banyak cara yang dapat dilakukan tergantung kepribadian masing-masing. Hal paling umum dilakukan adalah curhat alias mencurahkan isi hati. Dengan mengeluarkan uneg-uneg bersama ‘pendengar setia', masalah seolah sedikit berkurang dan stres pun tak terlalu mendominasi. Baru-baru ini, dunia perbukuan ramai dengan buku mewarnai. Kali ini, bukan buku mewarnai anak-anak, melainkan buku mewarnai untuk dewasa yang digadang mampu melepaskan stres. Mewarnai memang menjadi salah satu metode art therapy yang dapat meredakan stres. Seperti ditulis The Huffington Post, art therapy adalah salah satu bentuk terapi yang meyakini bahwa ekspresi seni mampu membantu seseorang dalam menyembuhkan, meningkatkan penghargaan diri, dan menenangkan diri.

 Seseorang yang tidak memiliki latar belakang seni sekalipun juga bisa melakukan terapi ini. Lalu, jenis kesenian seperti apa yang dapat meredakan stres? Menggambar Menggambar adalah salah satu cara yang bahkan lebih ampuh dari mewarnai. Tak bisa menggambar dan merasa hasilnya akan jelek? Jangan berkecil hati. Ini bukan tentang bagus tidaknya gambar, melainkan tentang memastikan bahwa tangan Anda tetap bergerak. Salah satu gambar yang bisa Anda buat adalah coretan atau doodle setiap harinya. Bisa berupa wajah, benda, atau apa pun yang Anda inginkan. Dengan melakukannya secara konsisten di sela kesibukan, inspirasi dan kreativitas akan datang menghampiri. Masih berhubungan dengan menggambar, jika Anda terbiasa melakukan segala sesuatu dengan tangan kanan, ubah kebiasaan itu hanya untuk sekitar lima menit. Menggambarlah dengan tangan yang tak biasa Anda gunakan untuk menulis. Akan muncul goresan baru dan kesenangan tersendiri bukan saat mencoba sesuatu yang tak biasa? Asal gambar dalam gelap dengan campuran warna atau satu warna juga menjadi alternatif lain. Lakukanlah, kemudian Anda akan terkejut dan mungkin tersenyum sendiri melihat mahakarya Anda ketika suasana tak lagi gelap. Selain menggambar, membuat kolase juga dapat membantu melepas stres.

 Buatlah gambar dari material apa pun, seperti kertas. Setelah selesai, gunting dan tempelkan pada bidang polos lainnya. Menyenangkan bukan jika dari potongan gambar tak jelas bisa Anda ciptakan karya yang bermakna? Mungkinkah hal itu dilakukan ketika sedang di sekolah ataupun tempat bekerja. Selamat mencoba. Salam Anak Indonesia Hebat.


Jumat, 15 April 2016

Info Penting Untuk Balita



 BELAJAR BERJALAN DI ATAS RUMPUT 

Belajar Berjalan Apakah si kecil sedang belajar jalan? Kenapa tidak coba melatihnya berjalan di atas rumput! Selain memberikan pengalaman berbeda, cara ini juga kaya manfaat. Berikut tips dan fakta menarik yang perlu Ibu ketahui: Lakukan latihan di pagi hari saat rumput berembun, sehingga menimbulkan sensasi dingin. Empuknya tekstur rumput akan merangsang saraf-saraf di telapak kaki anak. Saat kakinya menginjak rumput, ia akan tergerak melangkahkan kaki. Bisa menjadi media refleksi kaki sehingga merangsang aliran darah di kaki anak. Memberi pengalaman sensorimotorik sekaligus keseimbangan karena anak belajar di tempat berbeda. Latih anak berjalan dengan menatih kedua tangannya, jangan dengan satu tangan karena berisiko menyebabkan terkilir. Pakai kain melingkar di bawah ketiak ke punggung juga bisa. Awasi keamanan lingkungan di sekitar, pastikan tidak ada Selengkapnya : http://www.kompasiana.com

Menururt mitos jaman dahulu Bayi harus sering jalan di atas rumput yang terkena embun pagi agar cepat jalan, oleh karena itu Ayah dan Bunda mengajak aku ke Alun-alun, jalan-jalan di pagi hari sangat bermanfaat karena udara pagi yang masih sangat sejuk dan segar,  apalagi di kelilingi pegununggan... Wahhh... segarnyaaaa..

MITOS INJAK EMBUN PAGI AGAR CEPAT BISA JALAN
Hal ini ada betulnya, walaupun hanya berdampak sedikit. Embun pagi memang bisa merangsang saraf-saraf tekan yang ada di telapak kaki anak yang nantinya akan diteruskan ke otak. Saat kakinya diletakkan di atas rumput, anak akan merasa nyaman seperti dipijat dan itu akan memancingnya untuk melangkah. Jadi, kalau di Jawa terdapat upacara injak tanah untuk mengantar bayi belajar melangkah, maka hubungannya dengan perkembangan motorik memang ada.
 

Menurut mitos setiap pagi harus diajak berjalan-jalan menginjak embun ternyata tidak hanya untuk Bayi bisa jalan, ada juga yang mengatakan agar anak tumbuh tinggi, maka setiap pagi harus diajak berjalan-jalan menginjak embun. Makin banyak dan makin sering embun pagi diinjak, akan makin besar kemungkinannya untuk menjadi tinggi nantinya.

    "Mitos ini jelas tidak benar, tapi ada juga unsur manfaatnya, lo! Mengajak anak jalan di pagi hari cukup bermanfaat karena udara pagi yang masih segar dan sinar matahari pagi membantu metabolisme tubuh menjadi lebih baik.


Seperti diketahui, sinar matahari pagi baik untuk metabolisme vitamin D, yang berguna bagi pertumbuhan tulang. Namun, tak bisa untuk meninggikan badan anak. Sebab, tinggi seseorang ditentukan oleh faktor genetik, hormonal, dan nutrisi. Bila orang tuanya memang tinggi, maka besar kemungkinan anak juga akan tinggi. Selain itu, faktor hormon pertumbuhan dan kecukupan gizinya pun cukup menentukan."


MENJEMUR BAYI BISA MENGHILANGKAN KUNING
Selain bisa menghilangkan kuning, banyak yang beranggapan menjemur bayi juga akan membuat tulang bayi jadi semakin kuat. Hal itu memang benar. Namun sebenarnya tidak berlaku untuk negara kita yang berada di daerah khatulistiwa, di mana pantulan sinar matahari dari tembok sudah overdosis untuk mengubah pro-vitamin D di kulit menjadi vitamin D.
Jadi, cukup punggungnya saja yang sudah ditelanjangi untuk dijemur. Waktunya pun sebaiknya sebelum jam 9 pagi, di mana sinar biru yang terdapat pada sinar matahari masih ada. Sinar biru ini bisa membantu lever menurunkan kadar bilirubin. Namun, jangan sampai sinar matahari menerpa langsung mata anak, karena bisa merusak retinanya. Pun, jika kuningnya telah hilang, anak tidak usah dijemur lagi. Bisa-bisa, anak malah terkena kanker kulit. Jika bayi tidak kuning, ia tidak perlu dijemur seperti ini.


Selasa, 12 April 2016

Pentingnya Menggambar Untuk Anak




Bagi anak-anak sejak usia dini, khususnya, menggambar dengan tangan. Proses ini merupakan perubahan dari creative thinking. Anak-anak menggambar untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Menggambar adalah outlet sangat penting bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan verbal untuk berkomunikasi perasaan mereka. Ketika seorang anak menarik sesuatu yang akrab bagi mereka, misalnya, kucing, mereka memiliki kesempatan untuk berpikir tentang apa yang mereka ketahui dan bagaimana perasaan mereka terhadap hewan ini. Mereka menggunakan memori mereka untuk mengingat apa yang mereka ketahui tentang kucing, pada gilirannya memperluas keterampilan konsentrasi mereka. Menggambar juga membantu untuk mengembangkan keterampilan manipulatif yang akan membantu anak-anak untuk menulis.

Setiap anak adalah karya seni yang sangat unik. Semua anak melalui tahap-tahap yang sama tetapi usia di mana hal ini terjadi bervariasi. Tahap pertama adalah "bereksperimen" di mana anak-anak belajar bagaimana membuat tanda di atas kertas. Tujuan di sini adalah untuk melihat apa yang bisa mereka lakukan melalui praktek dan pengulangan. Ketika anak-anak mendapatkan kontrol yang lebih besar dari pena mereka Anda cenderung melihat pola melingkar dan pekerjaan mengambil kurang dari halaman. Anak-anak mampu secara konsisten membuat lingkaran dan garis, Anda mungkin melihat lingkaran dengan garis yang memancar dari mereka. Tahap berikutnya adalah di mana lingkaran dan garis tersebut mulai menjadi objek menyerupai orang/manusia. Anak-anak mampu mewakili apa yang mereka pikirkan. Dengan latihan yang berkelanjutan akan mampu membentuk pondasi pembelajaran awal mereka.

Beberapa peneliti telah menemukan bahwa mewarnai buku dapat membatasi kreatifitas anak-anak dan kemerdekaan mereka berekspresi. Beberapa anak dapat menggunakan gambar dalam buku-buku sebagai model dari sebuah objek yang akan mereka gambar. Jika kuda terlihat dengan cara tertentu dalam buku mewarnai, anak-anak mungkin percaya bahwa kuda mereka harus terlihat sama. Mereka juga mungkin merasa rasa tidak mampu mencapai apa yang diharapkan karena mereka tidak bisa mewarnai dalam garis disediakan. Hal ini bisa membatasi kemampuan mereka untuk menggambar dengan perasaan dan emosi dan untuk mewakili benda-benda yang mereka lihat mereka daripada bagaimana garis menggambarkan mereka. Seni adalah tentang penemuan, menggunakan imajinasi, bereksperimen dan mencoba metode baru dan berekspresi. Anda yang tahu yang terbaik untuk anak anda, temperamen serta kemampuan mereka, sehingga Anda akan tahu apakah buku mewarnai adalah alat yang berguna atau tidak untuk anak anda.

Pada usia 3,5 tahun anak mungkin mulai memiliki rencana untuk apa yang akan mereka gambar. Anak-anak membutuhkan berbagai item untuk menggambar dengan dan menarik, bisa menggunakan pena, kapur, krayon, cat dan kuas. alat seperti kertas, karton, kotak, beton, atau bahkan pagar, adalah tempat yang baik dan menarik. Kertas terbaik tidak memiliki garis sehingga anak-anak tidak terbatas ketika mereka pertama kali bereksperimen dengan membuat tanda di atas kertas. Mungkin mencoba membuat bahan gambar Anda di luar di bawah pohon besar dengan cuaca yang cerah. Ide lain adalah untuk melukis pagar atau rumah dengan campuran cat dan air.