Rabu, 27 April 2016

Tips Mengajar Pramuka Yang Menyenangkan Bagi Anak





Tepuk Pramuka,,,, Setiap kita sudah pasti kenal dengan tepuk yang satu ini. Tepuk Pramuka sudah dikenalkan sejak kita masih duduk di Sekolah Dasar. Kita belajar disiplin, baris-berbaris, dan belajar kemandirian melalui kegiatan ini. Pramuka merupakan suatu kegiatan diluar ruangan yang sangat mengasyikan. Di dalam pramuka banyak sekali kegiatan yang mendidik seperti halnya bermain jelajah, melewati gorong-gorong, lintasan tali, flying fox, survival, sandi dan masih banyak lagi.

Bermain dan menyatu dengan alam mungkin itu adalah sasaran dari pembelajaran pramuka yang diberikan kepada anak-anak sejak mereka masih sekolah. Masi banyak siswa-siswi di kota besar mengganggap kegiatan Pramuka kurang menarik dan cenderung membosankan. Apalagi yang dipelajari lagi-lagi morse, semaphore dan tali temali. Menurut mereka semaphore dan morse sudah ketinggalan zaman karena sekarang sudah ada SMS, email, dan ponsel untuk berkomunikasi. Sedangkan tali temali sudah berganti dengan paku dan sekrup untuk memperkokoh kayu, bambu atau besi.

Namun yang tetap apapun itu anak harus merasakan seni-seni pembelajaran pramuka walaupun dikatakan ketinggalan jaman. Seni belajar pramuka ini akan sangat berguna suatu saat jika mereka berada dalam situasi darurat ataupun mereka sedang dalam lokasi yang sangat terpencil. Seyogianya belajar itu tidak hanya melulu menggunakan teknologi belajar dengan gaya old school seperti pramuka juga snagat penting untuk perkembangan karakter anak.

Kegiatan baris-berbaris juga sangat diperlukan saat ini, karena kita tidak tahu apakah nanti ada diantara peserta didik yang menjadi tentara atau polisi, sehingga mereka tidak akan canggung lagi mengenai baris berbaris. 

Nih saya punya beberapa tips bagaimana membuat latihan pramuka itu menjadi menyenangkan.. Chekidotzzzz...

1. Ciptakan games-games yang menarik


Pramuka itu indentik dengan permainan atau games. Setiap anak akan sangat suka bermain games dan mereka akan selalu tertantang jika diberikan games yang baru yang mengasah kemampuan motorik ataupun daya analisa berpikir mereka. Jika ingin anak fokus dan merasa tertarik dengan latihan pramuka ajak mereka bermain games yang menyenangkan disetiap latihan diadakan.

2. Menampung aspirasi anak didik

Terkadang guru tidak menghiraukan atau tidak menampung aspirasi ataupun ide yang datang dari murid. Padahal jika kita melakukan itu anak-anak akan merasa lebih dihargai dan senang berkegiatan dengan kita.

3. Memberi kesempatan yang adil kepada group dengan cara bergiliran

Memberi selingan kepada atau pergantian mata acara dan kesempatan yang adil kepada group secara bergiliran akan membuat anak merasa mendapat perlakuan yang sama.

4. Beri motivasi khusus kepada anak agar lebih bersemangat

Ada kalanya setiap anak merasa down atau tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya. Anak perlu diberi motivasi dan pendampingan agar mereka lebih bersemangat dan percaya diri dalam menyelesaikan tugas dalam latihannya.

5. Tidak perlu menegur anak di depan teman-temannya

Kita tidak perlu menegur anak jika dia memiliki kesalahan di depan teman-temannya. Karena anak juga punya privasi dalam hidup mereka. Mereka tidak akan suka dipermalukan di depan umum apalagi di depan teman-temannya. Jadi sepertinya jika kita hendak menegur anak lakukan secara baik-baik dan tidak dihadapan teman kelasnya.

Semoga info dari saya kali ini bermafaat bagi kita semua. Tetap ajarkan anak dasar-dasar pramuka demi perkembangan karakter mereka yang lebih baik. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.

Selasa, 26 April 2016

Pentingnya Menjaga Kesehatan Anak





Kesehatan anak merupakan segalanya dalam kehidupan kita sebagai orang tua. Kita akan terlihat gusar bahkan cenderung sedih jika melihat buah hati kita jatuh sakit. Ada banyak hal dan faktor penyebab anak kita sakit, penyakit itu bisa datang dari makanan, minuman, ataupun tertular dari teman ataupun orang lain. Anak memang lebih mudah terkena penyakit dibandingkan orang tuanya. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya pemahaman pada anak untuk menjaga kesehatannya. Sebagai contoh seorang anak tetap merasa nyaman bermain dengan teman atau saudaranya yang sedang sakit. Seorang anak tetap suka minum es walaupun ia sedang tidak sehat. Oleh karena itu sebagai orang tua kita harus mampu menjaga kesehatan si buah hati agar tidak mudah terserang penyakit.

Sudah banyak tulisan yang membuat berita tentang bagaimana menjaga kesehatan anak. Semua berita itu bermanfaat bagi tumbuh kembang buah hati kita. Dokter spesialis anak pun sudah sangat banyak sehingga kita tidak perlu terlalu khawatir dengan kesehatan dari buah hati kita. Namun tidak akan pernah ada orang tua yang ingin buah hatinya jatuh sakit, mungkin beberapa hal dibawah ini mampu memberi inspirasi bagi kita semua.


1. Jaga Pola Makan Buah Hati Kita

Pola makan yang dimaksud adalah kebutuhan akan nutrisi, vitamin, dan lainnya sesuai dengan konsep 4 sehat 5 sempurna. dengan kata lain makan tidak berlebihan harus pas

2. Menjaga Kebersihan

Hal ini merupakan yang sangat penting bagi anak-anak, karena anak sangat sulit menjaga kebersihan anggota tubuh mereka, bahkan kebersihan makanan yang mereka makan setiap hari. Alangkah lebih baiknya kita menjaga makanan anak dengan tidak memberi mereka uang untuk jajan di sekolah, dan menyiapkan makan siang mereka untuk dibawa setiap hari ke sekolah.

3. Istirahat yang cukup

Anak kita sangat suka tidur berlama-lama, karena di dalam benak mereka hanya ingin bermain. Namun sebagai orang tua yang bijak kita seharusnya membatasi jam bermain anak dan memberi mereka waktu beristirahat yang cukup, agar mereka menjadi lebih sehat dan mampu fokus dalam mengerjakan segala hal.

4. Responsive/ bertindak cepat

Responsive/cepat bertindak maksudnya kita harus cepat menanganinya jika anak kita mengalami gejala seperti sakit kepala,batuk,demam atau penyakit lainya agar tidak terlambat. Mengajari anak untuk hidup sehat itu mudah jika anda tau caranya. dengan mengajari anak untuk selalu menjaga kebersihan seperti cuci tangan sebelum makan atau yang lainya.

5. Jangan Melindungi Terus

Memberi kepercayaan penuh kepada anak untuk bermain tanah atau air akan membuat tubuhnya ‘mengenal’ berbagai kuman, virus, atau bakteri. Dari pengenalan itulah tubuh akhirnya mampu menghasilkan antibodi untuk melawan kuman, virus, atau bakteri tersebut. Dengan demikian anak tidak akan mudah sakit. Hal ini berbeda dengan anak yang selalu dijaga terus. Tubuhnya tidak mampu ‘melawan’ jika ada penyakit datang karena tidak pernah ‘berkenalan’ dengan sumber penyakit. Namun perlu diingat sebagai orang tua kita tetap memberikan rambu-rambu sampai sejauh mana anak boleh bermain.

Semoga langkah-langkah di atas mampu memberi informasi yang cukup bagi Ayah dan Bunda sekalian. akhir kata Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.



Cara Menggendong Bayi yang Baik





Bayi adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan Maha Pencipta kepada kita umatnya. Setiap pasangan yang baru menikah sangat menginginkan diberikan momongan atau bayi biasanya mereka akan berkata "cewe dan cowo sama aja". Namun tau ga Bunda ketika kita sedang menggendong bayi Jika kita harus melakukannya dengan baik dan benar, agar kita akan dapat memperoleh hasil yang optimal serta kita juga akan mampu mengurangi resiko-resiko yang tidak kita inginkan hanya karena kita salah menggendong bayi kita.

 Menggendong bayi sesuai dengan usianya akan menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk diketahui bagi semua orangtua. Menggendong adalah salah satu cara yang paling efektif yang perlu orangtua lakukan untuk mempererat ikatan batin antara orangtua dan anak.Agar dapat memperoleh hasil yang optimal, maka kita sebagai orangtua perlu mengetahui cara-cara yang tepat untuk menggendong anak kita, terutama bayi, sesuai usianya. Dalam hal ini, menggendong bayi perlu dikategorikan menurut usia bayi itu sendiri karena bayi mempunyai kemampuan dan kebutuhannya sendiri berdasarkan usianya. 

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan saat kita akan menggendong bayi. Fase-fase usia dianggap penting untuk kita ketahui karena pada fase-fase inilah bayi masih berada pada masa rawannya. So ini ada beberapa tips aman untuk menggendong bayi sesuai dengan usianya:

1. Usia 0-3 bulan.

 Pada fase ini, tulang bayi masih sangat lemah. Maka posisi gendongan yang terbaik adalah dengan membaringkannya di lengan kita. Satu lipatan siku kita untuk menopang leher dan kepalanya sementara tangan yang lain untuk menopang punggung dan pantatnya.

2. Usia 4 bulan. 

Posisi menggendong pada fase ini hampir sama dengan fase sebelumnya, hanya saja pada fase ini bayi dapat sesekali didudukkan pada pangkuan kita dengan kepalanya bersandar di dada kita dan menghadap ke depan.

3. Usia 5 bulan. 

Bayi yang berusia 5 bulan pada umumnya sudah mampu menopang kepalanya sendiri sehingga kita bisa menggendongnya di pinggang kita dengan kaki bayi melingkar di pinggul kita cukup kita topang hanya dengan satu tangan.

4. Usia 6 bulan. 

Menggendong di punggung sudah dapat dilakukan pada usia ini karena bayi sudah mulai sempurna dalam menopang kepalanya sendiri.

Menggendong merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi dengan si kecil. Dengan menggendong atau menimang si kecil akan membuat mereka merasa nyaman dan tidak mudah rewel.
Pilih alat yang tepat untuk menggendong. Alat itu biasanya selempang atau kain selendang. Pastikan alat untuk menggendong itu aman dan nyaman baik bagi si bayi maupun kita yang menggendongnya serta mudah untuk digunakan. Jika bayi akan digendong setelah di beri ASI, gunakan kain lembut dan letakan di bahu kita, sebagai alas bagi baju kita. Semoga tipsnya bermanfaat bagi kita semua. Salam Lima Jari Salam Anak Indonesia Hebat.








Ajarkan Anak Sikat Gigi Sejak Dini




Gigi merupakan bagian dari tubuh yang berfungsi untuk membantu kita mengunyah makanan. Gigi harus terus dirawat dengan menyikat/menggosoknya setiap hari setelah makan dan sebelum tidur. Kebiasaan ini harus dijaga setiap hari dan ditularkan sejak dini kepada si kecil.

Menggosok gigi merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan. Namun menggosok gigi bukan hal yang mudah karena membutuhkan tekhnik tertentu agar gigi terlihat sehat dan kuat. Menyikat gigi merupakan kebiasaan yang sebaiknya dilakukan sejak dini. Jika memang telah terbiasa, maka faktanya tidak akan banyak orang yang mengeluhkan gigi mereka bermasalah

Saat usia anak semakin bertambah dan anak sudah mulai mengkonsumsi berbagai jenis makanan, seperti makanan manis, jus, coklat, permen, snack dan lain sebagainya. Makanan manis yang dikonsumsi si kecil akan dapat merusak kesehatan gigi si kecil dan dapat menimbulkan masalah gigi berlubang, gigi keropos berwarna hitam hingga bau mulut yang tidak sedap. oleh karena itu, penting sekali untuk setiap orangtua agar mengajarkan gosok gigi secara teratur pada anak.

Cara pencegahan yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan gigi anak adalah dengan mengenalkan pentingnya perawatan gigi sejak dini, yakni sejak anak memiliki gigi untuk pertama kali. Kita dapat membiasakan menyikat gigi mereka dengan baik dan benar setidaknya 2 kali sehari. Jika anak kita baru mempunyai satu gigi, kita dapat memulainya dengan menggunakan kain kasa untuk membersihkan gigi mereka. Lalu, setelah tumbuh gigi-gigi berikutnya, kita dapat mengajarkan mereka menggunakan sikat gigi. Langkah berikutnya adalah dengan meminimalisir sebisa mungkin penggunaan botol susu dan empeng bayi, terutama saat mereka akan tidur agar sisa-sisa susu tidak tertinggal di gigi dan gusi serta bentuk gigi akan tetap terjaga dari sedotan mereka yang terlalu kuat.


Nah,. berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak kita menyikat gigi mereka sendiri:

1. Coba Ajarkan Anak Menyikat Gigi Mereka Sendiri Sejak Usia Dini

Mengajarkan anak menggosok gigi akan lebih mudah jika anda melakukannya sejak usia dini. Anda bisa melakukannya sejak anak masih bayi ketika anak belum memiliki gigi. Anda bisa mulai membasuh gusi-gusi lembutnya dengan tisu basah atau kain lembut setelah anak selesai menyusu atau makan. Diusia ini anak belum diperkenankan untuk menggunakan pasta gigi. Nah, setelah anak berusia dua tahun atau baru anda bisa mulai memberikan pasta gigi dan mengajarkan secara rutin pentingnya menggosok gigi.


2. Biarkan Anak Memilih Sikat Gigi dan Pasta Giginya Sendiri


Agar minat anak semakin besar untuk mau menggosok gigi maka biarkan mereka menetukan pasta gigi dan sikat gigi seperti apa yang mereka inginkan. Saat ini sikat gigi dengan bentuk dan warna-warna cantik banyak tersedia di supermarket, ajaklah anak untuk memilih salah satunya yang mereka inginkan. Dengan demikian mereka akan lebih bersemangat untuk menggosok gigi.


3. Temukan Cara Menggosok Gigi yang Menyenangkan Untuk Anak

Berikan penjelasan kepada anak tentang pentingnya menggosok gigi untuk membasmi 'monster, bakteri atau kumpulan plak yang bersarang pada gigi yang dapat mengakibatkan kerusakan gigi. Untuk membuat hal ini menjadi lebih menarik, anda bisa memberikan cerita-cerita menarik seputar gigi atau menggambar betuk gigi yang dirusak oleh 'monster' (bakteri) jika tidak dibersihkan. Dengan begini anak akan tertarik untuk menggosok gigi dan merawat kebersihan giginya.

4. Ajak Anak Menggosok Gigi Bersama

Mengajak anak untuk menggosok gigi tidak cukup hanya dengan teori, anak juga perlu mengetahui jika orangtuanya melakukan hal yang sama untuk merawat giginya. Untuk itu, tidak ada salahnya jika anda membarengi anak ketika gosok gigi. Saat menyikat gigi bersama, orangtua bisa mengevaluasi sedikit tentang cara menggosok gigi yang benar agar nantinya anak terbiasa untuk menggosok gigi dengan tepat.

Gimana informasi cukup bermanfaat kan buat Bunda semua. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat..  




Senin, 25 April 2016

Hati-Hati Bunda Perhatikan Tontonan Anak Anda




Dunia anak adalah bermain. Anak juga sangat gemar menonton video ataupun televisi. Namun di negara kita tercinta ini tontonan bagi anak sangatlah tidak bersahabat lagi. Sejak dini anak kita disuguhkan dengan tontonan sinetron yang tidak mendidik. Bahkan saat ini filim-filim dari negara India, Turki, sampai negeri ginseng Korea mendominasi acara-acara di televisi nasional milik kita. Dahulu kita punya Pak Raden dengan tokoh Unyilnya yang sangat melengenda hingga saat ini, kita juga punya banyak artis-artis cilik yang gemar menyanyikan lagu-lagu bertemakan anak-anak. Namun saat ini sepertinya pelan-pelan itu mulai menghilang. Dunia entertaiment sekarang tidak lagi memperdulikan perkembangan karakter anak. Mereka hanya memperdulikan bagaimana mendulang penonton sebanyak-banyaknya dan meraih utung yang sebesar-besarnya.

Sebenarnya tontonan bagi anak bisa menjadi tuntunan atau media pembelajaran bagi mereka. Oleh karena itu orang tua harus cerdas dan bijak memilih tontonan yang tepat untuk anak. Menurut Dr Frieda Mangunsong, M.Ed, Associate Professor dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, film adalah salah satu media yang mampu mempengaruhi anak-anak bahkan sejak mereka bayi sekalipun. Dari film, anak-anak bisa mendapatkan berbagai hal mulai dari meniru kata-kata, mengenal warna, benda, gerakan, musikalitas, ritme dan banyak hal. “Anak-anak menyukai film karena dalamnya terdapat banyak sekali unsur. Ada tema dan pesan, kaya akan gambar dan warna, tampilan kata-kata, gerakan visual dan adegan-adegan yang menghibur,” ungkap Frieda. Menurut Frieda, tayangan media juga dapat memberikan model-model tertentu bagi anak-anak mulai dari kekerasan, kecerdasan, kepemimpinan, keceriaan, kejenakaan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua memilih tontonan bagi putra-putrinya.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar anak kita tercegah dari tontonan yang berbahaya bagi tumbuh kembang karakter mereka:

1. Damipingi mereka ketika sedang menonton

Setiap stasiun televisi nasional di Indonesia selalu mencantumkan apakah film itu boleh ditonton oleh anak atau anak harus ditemani ketika sedang menonton. Alangkah lebih baiknya jika kita sebagai orang tua sejak dini menemani dan memperhatikan tontonan anak kita. bimbing mereka dan bantu mereka menerjemahkan maksud dan inti cerita dari film yang mereka tonton.

2. Buat aturan menonton bagi anak 

Kita boleh memberi rules atau aturan kepada anak kita agar mereka disiplin dalam menonton televisi. Kita bisa saja membuat aturan mereka hanya bole menonton tayangan anak-anak, ataupun mereka boleh menonton jika ditemani oleh papa atau mama. Beri juga mereka durasi atau waktu menonton agar mereka terbiasa tidak menonton dalam jangka waktu yang lama.

3. Selektif dalam memilih tontonan anak

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mulai sekarang buatlah pengaturan pada settingan saluran televisi yang hanya boleh ditonton oleh anak anda. Kita juga bisa membuat settingan pada media Youtube dengan mencantumkan usia dari pengguna sehingga secara otomatis mereka akan terhindar dari konten-konten tontonan yang tidak sesuai dengan usia mereka. 

4. Hindari menonton menjelang tidur

Anak-anak sangat suka menonton di malam hari. Hal ini sebenarnya sangat tidak baik. Pada malam hari sebaiknya mereka hanya diberi tugas belajar ataupun menyiapkan bahan pelajaran yang akan dibawa ke sekolah keesokan harinya. Setelah itu mereka harus segera tidur agar mereka tidak terlambat bangun, dan tidak terlambat datang ke sekolah.

5. Pilihlah tontonan yang baik untuk anak

Terakhir yang terpenting adalah kita harus bisa memilih tontonan yang baik untuk anak kita. Kita harus menyortir mana saja yang bagus dan tidak layak ditonton oleh anak kita. pengaturan saluran televisi, mengurangi penggunaan gadget akan membantu anak tidak kecanduan menonton.


Kita tidak bisa memaksakan anak kita untuk tidak menonton televisi ataupun menonton video. Karena masih banyak tontonan yang baik untuk anak, namun tak sedikit juga tontonan yang tidak baik untuk anak. Sebagai orang tua kita berperan aktif dalam membimbing anak kita mengarahkan mereka ketika sedang menonton. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi.. Salam Anak Indnesia Hebat


Jumat, 22 April 2016

Pentingnya Membangun Karakter Anak Sejak dini





Kita selaluingin mempunyai anak yang baik dan penurut terhadap semua yang disampaikan oleh orang tuanya. Kita juga ingin anak kita memiliki sifat yang baik terhadap sesamanya/tamannya. Namun semua keinginan kita tersebut tidak akan terwujud jika kita tidak membantu mendidik karakter anak kita sejak dini. Jika ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk membentuk karakter yang baim pada anak??. Maka jawabannya adalah pada saat mereka berusia 0-6 tahun, karena pada masa itu otak mereka 80% lebih cepat berkembang. Ini adalah masa-masa dimana perkembangan fisik, mental, maupun spritual meraka akan terbentuk. Ini adalah masa emas anak (Gloden Age).





Kita juga dapat mengibartkan proses perkembangan karakter anak seperti sebuah proses perubahan kepompong menjadi kupu-kupu. Di akhir proses tersebut kita akan melihar lahirnya seekor kupu-kupu yang sangat cantik dan indah. Itulah yang kita harapkan jika kita menamamkan pendidikan karakter kepada anak sejak dini, kita ingin melihat mereka tumbuh indah dan sangat luar biasa dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan cobaan.


Nah jika kita ingin membangun karakter sudah pasti erat kaitannya dengan pola asuh.Bagaimana sih pola asuh yang baik bagi anak. Bagaimana sih pola asuh yang tepat untuk anak kita. dibawah ini ada beberapa cara untuk mewujudkan pendidikan karakter yang baik untuk anak kita.

1. Kurangi penggunaan kata "Jangan" kepada anak

Sering kali kita mengatakan "Jangan main disana ya".. atau "Jangan ambil kertas mama ya".. atau masih banyak kata jangan lain yang sering kita ucapkan ke anak kita. Apa yang terjadi setelah kta ucapkan kata "Jangan itu" ???. Anak kita malah melakukannya. Jadi menurut para ahli sebaiknya kita mengurangi penggunaan kata jangan menjadi kata "Lebih Baik" karena ini akan menstimulasi anak untuk berbuat lebih baik

2. Biarkan anak berani mencoba sesuatu yang baru

Terkadang kita sebagai orang tua sangat takut jika anak kita sedang berada dekat kompor atau api yang sedang meyala. Kita sudah pasti melarang dia untuk berada dekat dengan api tersebut. Namun ternyata kita harusnya atau lebih baiknya memeberi kesempatan dan pengetahuan kepada anak kita agar lebih dekat kenal dengan kompor ataupun api. Mereka akan secara sadar dan alamiah menjauhi api tersebut karena pansa, itulah sistem proteksi dasar yang ada pada anak-anak kita. Berilah mereka keberanian dalam menghadapi hal-hal baru dalam hidup mereka karena hal ini akan membentuk karakter mereka

3. Ajak mereka berdiskiusi layaknya seorang sahabat

Banyak orang tua yang bingung dengan makna dari kata berdiskusi dengan anak. Masa ia saya bercerita dan bernalar dengan anak usia 0-6 tahun. Apa mereka mengerti apa mereka paham???. Trenyata bunda dengan mengajak anak kita bercerita jika ada masalah ataupun sedang dalam perasaan senang, akan membuat mereka menjadi lebih terbuka dan mengerti akan proses pemecahan sebuah masalah dan belajar menahan amarah serta emosi mereka yang mudah meledak-ledak.


4. Beri mereka kepercayaan yang lebih dalam melakukan banyak hal

Ini merupakan hal yang tersulit memberi kepercayaan kepada anak. kita sebagai orang tua pada umumnya sangat protektif terhadap buah hati kita, karena kita tidak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap mereka. Namun alangkah lebih baiknya jika kita memberi kepercayaan penuh kepada anak-anak kita. ini sangat membantu perkembangan karakter mereka agar lebih nyaman dam mencoba semua hal yang baru dalam hidup mereka.


Sekian informasi dari saya semoga bermanfaat bagi kita semua. Salam Lima Jari.  Salam Anak Indonesia Hebat.




Waspada Bunda Bahaya Bagi Anak Jika Membawa Beban Terlalu Berat




Ketika memberangkatkan putra atau putrinya untuk pertama kali pergi ke sekolah adalah moment yang sangat membahagiakan bagi para orang tua di buka bumi ini. "selamat bersenang-senang ya nak". Itu adalah kalimat yang sering diucapkan oleh para orang tua untuk menghantarkan anaknya menuju sekolah. Lalu sang anak akan pergi dengan girangnya sambil membawa tas ransel yang sudah disiapkan oleh mamanya.

Namun taukah bunda saat ini barang bawaan anak bunda sangatlah berat isi di dalam tas anak bunda sangat beragam ada buku, alat penghitung, alat menulis, alat menggambar dan mewarnai, belum lagi botol minum dan tempat makan siang miliknya, serta masih banyak alat lainnya yang ia perlukan selama belajar di sekolah. Sistem pembelajaran sekarang juga sepertinya tidak bersahabat dengan anak. Bayangkan anak usia TK saja sudah membawa barang yang sangat berat di dalam tasnya. Ada tempat makan, botol minum, buku, baju ganti, alat tulis, dan mewarnai, belum lagi mainan favoritnya yang harus ia bawa ke sekolah.

Menurut para ahli dari American Pediatrician, beban yang mampu diangkat oleh anak-anak adalah 10-20 persen dari berat tubuhnya. Anak-anak adalah individu yang masih bertumbuh. Pertumbuhan tulang mereka berlangsung hingga usia 9 sampai 14 tahun. Jika dalam usia itu terjadi gangguan pada tulang, maka pertumbuhan tulang pun akan terganggu. “Saat anak mengangkat beban melebihi batas kemampuannya, mereka justru cenderung mengambil posisi membungkuk. Ini membuat anak akan menumpukkan bebannya pada salah satu bahu. Bahu cenderung ikut turun mengikuti arah gravitasi beban. Nah, kalau ini berlangsung lama, punggung anak bisa membengkok ke samping akibat kelainan rangka tubuh atau skoliosis,” 

Ketika anak menggunakan tas yang memiliki berat melebihi berat badan dapat mengganggu pertumbuhan, terutama pada anak -anak. Saat usia ini, tulang masih dalam proses pertumbuhan dan akan mengalami gangguan apabila mengangkat beban lebih berat dari berat badannya. Sehingga mengakibatkan berbagai gangguan pada tulang, seperti bungkuk atau tulang tidak dapat tumbuh dengan normal. Oleh karena itu, hindari menggunakan tas dengan berat berlebih terutama pada anak-anak dan masukan barang yang sekiranya berharga saja. Sebab anak-anak hanya dapat mengangkat suatu benda hanya sekitar 10% - 20% dari berat tubuh.

Jadi gimana donk solusinya????.. mungkin itu yang menjadi pertanyaan bunda. nah dicoba ya beberapa solusi dibawah ini bunda... chekidot...
1. Kurangi Bawaan
Cara yang paling mudah adalah dengan membawa mengurangi barang-barang yang berat agar tas lebih ringan. Sebisa mungkin bawalah tas dengan beban yang ringan jika keperluannya tak terlalu mendesak.  Beban ringan dapat mengurangi tekanan pada otot dan perubahan postur leher serta sudut lordosis tulang belakang.

2. Bawaan Cukup 15 Persen dari Berat Tubuh
Ketika sangat diharuskan membawa tas berat, usahakan bobot maksimalnya sekitar 15 persen dari berat tubuh. Para ahli menyarankan, batas normalnya kira-kira 10 persen dari berat tubuh. Misalnya, jika berat tubuh Anda 50 kilogram, berarti beban makimal yang dapat dibawa adalah 7,5 kilo dan untuk lebih aman sekitar 5 kilogram saja.


3. Letakan Barang Terberat Di Bagian Bawah
Sebuah studi menemukan bahwa penempatan beban di bagian bawah tas bisa sedikit mengurangi perubahan postur dan kelengkungan tulang belakang. Selain itu, istirahatkan bahu dan punggung jika mulai terasa lelah. Atau, tukar posisi tas ke depan tubuh agar bahu dan punggung tidak menerima tekanan terus-menerus.

4. Gunakan Dua Tali
Sebuah studi menemukan bahwa leher adalah titik terlemah ketika membawa beban. Untuk meringankan kerja leher, sebaiknya gunakan tas yang memiliki dua tali. Tas dengan dua tali akan menyeimbangkan beban yang dibawa sehingga tekanan pada leher lebih minim. Jika menggunakan tas satu tali, sering-seringlah menukar posisi tas dari satu bahu ke bahu yang lainnya.

5. Atur dengan benar

Cobalah untuk mendistribusikan beban tas secara merata untuk menghindari stres postural. Berat tas jangan terlalu condong ke satu sisi. Seperti pada poin kedua, usahakan beban tas 10 persen dari berat tubuh.

6. Dekatkan Tas dengan Tubuh
Membawa tas dekat dengan tubuh akan mengurangi jumlah goyangan postural pada tulang belakang. Jika tas terlalu menggantung atau longgar, punggung akan lebih cepat lelah. Ahli terapis fisik menyarankan, pilihlah tas yang sesuai dengan bentuk tubuh agar lebih nyaman ketika membawa beban berat.

Gimana bunda dah ada solusinya kan ??? semoga bermanfaat ya informasi dari saya kali ini. Salam Lima Jari.Salam Anak Indonesia Hebat.