Kamis, 05 Mei 2016

Ayo Bermain Bersama Anak





Bermain merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi semua anak di seluruh dunia. Secara alamiah anak akan gemar bermain. Bermain memang bukan merupakan kegiatan yag serius, bermain harus fun. “Menghilangkan saat-saat bermain sama membahayakannya untuk proses tumbuh kembang yang sehat- jika tidak bisa dibilang lebih berbahaya, dengan memaksa anak untuk terlalu cepat berkembang,” ujar psikolog David Elkind, penulis buku The Power of Play.

Sungguh ironi jika jaman dahulu anak-anak bermain petak umpet atau bermain ular naga di seitar halaman rumah. sekarang pemandangan seperti jarang sekali terlihat dikarenakan anak lebih senang dibawa ke Mall ataupun bermain gadget di dalam rumah. Dan lebih ironi lagi jika ada orangtua yang tidak memiliki waktu bermain bersama anaknya sendiri. 

Cara bermain anak jaman dahulu dengan sekarang juga sudah berbeda. Kalau dulu anak bermain dengan Free Play atau bermain bebas, kalau sekarang anak sudah tidak bermain bebas lagi, anak jaman sekarang sudah terkungkung dengan fasilitas teknologi. Bahaya efek negatif bermain gadget. Anak bisa saja diam-diam telah mengunduh game yang bersifat destruktif, seperti game perkelahian dan tembak-tembakan yang berdarah-darah dan mengandung unsur kekerasan dan bullying. Games semacam ini bukannya mendidik, justru memancing sikap agresif dan kasar.

Bermain bersama anak. Merupakan impian dari banyak orangtua. Terkadang waktu yang tidak cukup membuat kegiatan ini menjadi sulit dilakukan bagi keluarga kecil yang baik ayah dan ibunya bekerja dari pagi hingga malam. Sebetulnya,  tanpa atau dengan orang tua, anak tetap bisa bermain. Tapi, jika orang tua mau melibatkan diri dalam permainan anak, ternyata banyak nilai plus didapatkan, baik untuk orang tua sendiri maupun bagi anak.

Berikut bebeapa permainan yang bisa ayah dan bunda coba di rumah agar waktu bermain bersama anak menjadi lebih menyenangkan.

1. Bermain di taman

Merasa bebas ketika bermain di taman, berlari-lari sambil mengejar kucing, menyentuh tanaman putri malu, memanjat pohon, bermain ayunan atau kejar-kejaran, merupakan pembelajaran penting bagi perkembangan anak.





2. Bermain tebak-tebakan

Permainan ini membutuhkan beberapa hal seperti kantong yang tidak tembus pandang dan benda-benda atau makanan yang ada di rumah yang biasa dipergunakan sehari-hari. Misalnya mainan anak seperti mobil-mobilan, sisir, buah jeruk, penggaris, pensil, buku, sendok makan dan lain sebagainya. 
Cara bermainnya sangat mudah yakni masukkan semua jenis benda atau makanan yang Anda pilih. Minta anak Anda untuk menutup matanya (bisa juga menggunakan penutup mata) lalu memasukkan tangannya ke dalam tas/kantong dan menebak benda yang diambilnya. Anak diperbolehkan untuk memegang, meraba, dan mencium benda atau makanan tersebut untuk sesaat sebelum menebaknya. Bila tebakannya benar maka anak bisa memiliki benda atau makanan tersebut. Permainan ini dapat merangsang motorik halus anak melalui kegiatan meraba benda dan melatih indera penciumannya. 


3. Bermain petak-umpet


Ini merupakan permainan legendaris. Ruangan rumah bisa menjadi tempat asyik untuk main petak umpet. Anak menyukai permainan ini (terkecuali sedang mengantuk dan lapar). Petak umpet akan membuat anak memahami perpisahan dengan ayahnya. Tapi ingat, saat anak mulai hilang rasa sabarnya untuk mencari ayahnya, segeralah muncul. Ia akan sangat takut kehilangan orangtuanya dan takut kehilangan rasa amannya.


4. Bermain balok kayu dan lego


Bermainlah menyusun balok-balok kayu dan lego menjadi sebuah bangunan , jembatan, rumah dan lain sebagainya. Permainan ini mampu merangsang motorik halus anak, melatih konsentrasi sekaligus melatih anak untuk memecahkan masalah.  Pilih balok-balok kayu dengan warna-warna menyolok. Temani balita Anda dalam bermain dan bantu ia menyusun legonya menjadi satu benda. Sambil bermain dengan si kecil, orang tua juga dapat mengenalkan nama-nama warna kepada anak dan meminta anak untuk mengelompokkan satu warna tertentu. 




5. Menggambar dan mewarnai bersama


Kertas dan pensil warna adalah alat kerja yang asyik bagi anak. Ajak anak membuat aneka gambar di kepalanya. Ayah bisa ikut mengisi gambar-gambar seru di dalamnya. Untuk melakukan ini, kita tak perlu mengatakan “Ayah tak pintar menggambar”. Sebab ucapan itu akan membuat buah hati menjadi tidak percaya diri. Bukankah gambar adalah sesuatu yang tidak harus sama dengan keadaan di dunia nyata.


6. Bermain lomba memakai pakaian dan sepatu



Permainan ini dapat melatih kecekatan balita dalam mengenakan pakaian dan sepatunya sendiri sehingga melatih mereka menjadi anak-anak yang mandiri. Pemenang lomba adalah anak yang paling cepat selesai dan dengan baik bisa mengenakan pakaian dan sepatunya sendiri. 





Naah gimana infonya kali ini semoga bermanfaat ya ayah dan bunda, bisa jadi inspirasi buat bermain bersama si kecil di rumah. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.





Cara Agar Anak Tidak Mudah Sakit






Anak merupakan titipan dari Tuhan yang paling berharga. Kita sebagai orangtua tidak akan rela jika sibuah hati kita jatuh sakit akibat perubahan cuaca. dimasa musim penghujan seeperti sekarang ini, kita harus mempersiapkan si kecil dalam menghadapi perubahan iklim yang sangat tidak menentu saat ini. Bagaimana cara agar Anak kita tidak mudah sakit? mungkin itu adalah pertanyaan dari banyak orangtua di seluruh dunia.

Saat ayah dan ibu menjaga si kecil agar tidak terserang penyakit, bukan berarti si kecil harus tinggal di dalam rumah terus. Sistem kekebalan tubuh mereka harus di aktivasi dan dilatih, salah satunya dengan memberikan kesempatan pada tubuhnya untuk berinteraksi dengan lingkunganya. Jadi kalau si buah hati bermain debu atau kotor-kotoran sedikit, tidak apa-apa hanya setelahnya pastikan si kecil membersihkan dirinya.

Anak yang terlalu diproteksi dalam rumah justru cenderung lebih mudah sakit karena sistem kekebalan mereka tidak pernah berlatih menghadapi dunia luar. Agar si kecil terhindar dari serangan penyakit berbahaya tanpa harus mengekang aktifitasnya, ini ada beberap saran dari para ahli untuk para orangtua yang ingin anaknya tetap sehat.

Pola makan yang teratur. mungkin ini menjadi salah satu kunci sukses seorang ibu dalam menjaga kesehatan buah hatinya. Agar anak tidak mudah sakit, Ibu harus memperhatikan pola makan anak serta kebutuhan gizi lainnya seperti vitamin dan nutrisi. yang pasti beri makan anak dengan teratur dan terjadwal, dan tidak lupa juga untuk memberikan makanan 4 sehat 5 sempurna, karena jika ini terpenuhi, anak akan cukup mendapatkan asupan gizi sehingga imunitasnya pun semakin kuat, jadi anak tidak akan mudah untuk sakit.

Rajin berolahraga ternyata mampu membuat buah hati kita juga tidak gampang jatuh sakit loh bunda. Studi menunjukkan bahwa olahraga ringan yang dilakukan rutin setiap hari dapat mengurangi resiko anak-anak terserang flu, karena metabolisme tubuh yang aktif bergerak mampu meningkatkan sirkulasi kekebalan tubuh untuk melawan infeksi virus. Biarkan mereka aktif sepanjang hari agar anak tidak mudah sakit.

Kebersihan. Siapa yang tidak tahu kalau kotoran dan kuman merupakan sarang penyakit, bahkan bibit penyakit yang terdapat di dalam kotoran akan mudah berkembang, untuk itu sebagai orang tua yang sangat menyayangi anaknya, kita harus wajib menjaga kebersihan sekitar serta makanan yang dimakan anak, dan hal yang perlu diperhatikan juga adalah menjaga kebersihan gigi, kuku, dan pakaian anak, karena dari itulah sumber terkecil kuman untuk menyerang sistem imunitas atau kekebalan tubuh anak.

Istirahat yang cukup. Merupakan kewajiban bagi anak balita. Mereka membutuhkan waktu tidur selama 11-13 jam per hari. Setelah mereka aktif sepanjang hari, mereka akan dapat mudah terlelap di malam hari. Namun jika mereka tidak cukup tidur, risiko terserang penyakit lebih tinggi 2 kali lipat. Agar anak tidak mudah sakit, maka pastikan bahwa mereka telah mendapatkan kebutuhan tidur yang cukup.


Cekatan. Jika anak sakit kita harus bertindak cepat memberi pertolongan pertama kepadanya. Kita juga harus selalu ada jika anak membutuhkan kita. Dampingi dan berikan mereka solusi jika mereka sedang dalam kondisi tidak baik.

Sekian beberapa informasi dari saya agar anak tidak mudah sakit. Semoga informasinya bermanfaat bagi kita semua. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.







Selasa, 03 Mei 2016

Sekolah Dan Pendidikan Anak Usia Dini





Pendidikan anak usia dini, merupakan bagian terpenting dari sebuah proses perkembangan sang buah hati tercinta. Melihat sang buah hati pergi ke sekolah untuk pertama kalinya merupakan moment paling membahagiakan bagi semua orang tua di seluruh dunia. Untuk pertama kalinya si kecil akan terpisah dari orantua, si kecil juga akan berbaur dan bersosialisasi dengan orang-orang baru tiap harinya.

Golden age itulah yangs ering dikatakan orang banyak ketika anak kita memasuki usia pra sekolah. di usia 0-6 tahun ini lah anak memiliki kemampuan belajar yang sangat baik. Pada usia ini juga mereka memiliki semangat belajar yang sangat tinggi. Dan pada masa ini adalah gamabaran keberhasilan masa depan anak kita kelak.

Problem solving adalah salah satu pelajaran yang terpenting selain sosialisasi ketika si kecil berada di taman kanak-kanak. Si kecil baiknya diajarkan bagaimana menyelesaikan sebuah masalah dengan baik, tanpa harus melukai ataupun berbuat kasar kepada sesamanya. Hal ini merupakan investasi masa depan yang terbaik untuk kita. Karena anak adalah generasi penerus kita di masa yang akan datang.

Lalu bagaimana kita bisa memilih sekolah yang tepat untuk tumbuh kembang anak kita, bagaimana kita menemukan sekolah yang mampu memberi mereka pertumbuhan karakter serta akademik yang saling berimbang tidak berat sebelah.

Kita harus tetap ingat bahwa masa kanak-kanak adalah masa bermain. Jadi, jangan terlalu dini memaksakan pendidikan yang terlalu serius bagi anak,.agar masa bermainnya tidak terenggut. Apalagi kalau Anda masih membebani anak dengan sederet les tambahan, mulai dari membaca, berhitung, piano, balet, dll. Pendidikan untuk anak-anak di bawah usia enam tahun tak harus selalu berupa pendidikan formal. Playgroup atau taman bermain, prasekolah maupun TK seharusnya hanya menjadi fasilitator dalam menstimulasi perkembangan anak, baik fisik (motorik kasar maupun halus), mental (kognitif), emosi, sosial, dan kemampuan berbahasanya.

Ada beberapa tips bagi kita para orang tua dalam memilih sekolah yang tepat untuk buah hati kita:

1. Pilihlah sekolah yang memiliki guru yang mampu mencintai si kecil sama seperti orantua lakukan

Guru merupakan ujung tombak dari sebuah institusi pendidikan. Guru adalah pedoman bagi anak-anak. Anak kita akan lebih mendengarkan perkataan guru dibandingkan dengan perkataan dari orangtuanya. Jadi pilihlah sekolah yang memiliki guru yang mau menerima apapun keadaan dari muridnya. Guru tersebut tidak akan memaksakan kehendaknya terhadap murid-muridnya.

2. Pilihlah Sekolah yang memiliki konsep belajar yang berpusat kepada anak didik

Kebanyakan sekolah sekarang hanya mementingkan urusan akademik siswa tanpa memperdulikan apakah si anak sudah menikmati hari-harinya selama bersekolah. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu mengakomodir kebutuhan  dari masing-masing muridnya dan mampu mengembangkan karakter serta kemampuan masing-masing murid yang secara pasti memiliki kemampuan berbeda-beda.

3. Jangan terlalu memaksakan anak mampu menggunakan beragam bahasa disaat bersamaan

Benarkah sekolah bilingual lebih baik? Ternyata sampai sekarang para ahli masih memperdebatkan efektivitas mengajarkan dua bahasa (Inggris dan Indonesia) pada masa golden age anak (sampai usia 5 tahun). Bila anak tepat waktu dalam perkembangan bahasanya (cooing muncul di usia sekitar 2-3 bulan, babbling di usia sekitar 6-8 bulan, kata pertama di usia sekitar 1 tahun), kemungkinan besar ia tidak akan mengalami telat bicara. Dan bagi anak-anak ini, bersekolah di sekolah bilingual tidak akan jadi masalah. Sebaliknya, bila tahapan-tahapan itu tidak muncul di usia yang tepat, bahasa asing yang harus dia serap selain bahasa ibu, bisa-bisa malah membuat ia jadi telat bicara.

4. Biaya

Ini merupakan faktor terpenting dalam memilih sekolah. Pilihlah sekolah yang bukan hanya sekedar mahal saja, tapi sekolah yang mampu memberikan materi-materi yang mengasah kemampuan akademik serta karakter anak kita. Sekolah itu juga memiliki fasilitas yang memadai untuk mengasah semua sektor kemampuan anak. Murah pun belum tentu jelek, jadi pilihlah dengan bijak yang sesuai dengan perkembangan sang buah hati kita.


Semoga pembahasan saya kaki ini bermanfaat bagi kita semua. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.

Senin, 02 Mei 2016

Bapak Pendidikan Nasional Pun Bersedih




Hardiknas atau yang sering disebut dengan Hari Pendidikan Nasional. Jatuh pada setiap tanggal 2 Mei. Tanggal tersebut merupakan hari kelahiran dari seorang tokoh pendidikan nasional sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pertama di Republik ini. Beliau adalah Bapak Ki Hajar Dewantara.

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta tanggal 2 Mei tahun 1889. Beliau adalah pejuang kemerdekaan dalam bidang pendidikan di era kolonialisme Belanda. Beliau sangat banyak mengecam pemerintahan Hindia-Belanda pada jaman itu, karena pada saat itu yang hanya boleh mengecap dunia pendidikan hanya kaum Priyai atau anak-anak dari Belanda.

Kritiknya terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo. Ketiga tokoh ini kemudian dikenal sebagai "Tiga Serangkai".

Setelah kembali ke Indonesia, ia kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman siswa atau Perguruan Nasional Taman siswa. Yang berperan penting dalam cikal bakal dunia pendidikan di Indonesia.

Ki Hajar Dewantara juga memiliki tiga semboyan yang sangat melegenda, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.


  •  Ing Ngarsa Sung Tulodo (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik), 
  • Ing Madya Mangun Karso (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), 
  • Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan).

Hingga kini, semboyan pendidikan Ki Hadjar Dewantara tersebut sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia dan terus digunakan dalam dunia pendidikan di seluruh pelosok Negeri yang tercinta ini.

Namun sepertinya Hari Pendidikan 2 Mei tahun 2016 ini sedikit tercoreng akibat ulah mahasiswa di Sumatera Utara yang membunuh dosennya sendiri di dalam kampus. Menurut Kompas.com "Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang bernama Dra Hj Nurain Lubis (63) mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami luka cukup parah di leher dan tangannya yang nyaris putus".



Pelaku dari pembunuhan sadis ini adalah mahasiswa dari Ibu Dra. Hj. Nurain sendiri bernama Roymando Sah Siregar, mahasiswa semester VI Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU).

Ironi sekali ketika bangsa ini sedang merayakan Hari Pendidikan Nasional, terjadi kasus yang mencoreng dunia pendidikan di negeri kita ini. Kenapa mahasiswa kita mudah sekali terpancing atau tersulut emosinya ketika mereka menemukan masalah dalam perkuliahan mereka. Kenapa para murid terpelajar ini tidak menyelesaikan masalahnya dengan kepala yang dingin dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapinya.

Padahal setiap mahasiswa ataupun mahasiswi diberi kesempatan menimba ilmu di perguruan tinggi leh orangtua mereka dengan banyak harapan dan doa. Bukan diciptakan menjadi seorang mesin pembunuh. Bunuh saja jika tidak suka, hal tersebut bukan merupakan solusi yang terbaik.

Saya sangat setuju dengan salah satu program pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini dipimpin oleh bapak Anies Baswedan. Pendidikan karakter sejak dini kepada murid TK, Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama.

Buat apa mereka dikuliahkan kalau hanya memiliki pola pikir jalan pintas, bukan mencari solusi. Buat apa mereka dikuliahkan kalau nantinya hanya punya mental seorang koruptor. Mereka harus tumbuh menjadi solusi bagi bangsa ini ditengah keterpurukan yang kita hadapi saat ini. Mereka adalah jawaban masa depan yang cerah bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semoga tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini dikemudian hari. Semoga kita bisa melihat berita kemajuan dunia pendidikan kita dari waktu ke waktu, Mari wujudkan cita-cita Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara, Mari kita wujudkan munculnya para ahli-ahli kaliber dunia dari Indonesia. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.


Kapan Sih Anak Lebih Cocok Memakai Behel?




Memakai kawat gigi saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Orangtua, anak muda, hingga anak kecil sudah menggunakan kawat gigi ini. Fashion. Dapat dikatakan demikian untuk pemakaian kawat gigi saat ini. Memakai kawat gigi sudah menjadi trend dikalangan anak muda dan sudah merambah ke anak sekolah.
Kita perlu mengetahui fungsi dan kegunaan dari pemasangan kawat gigi atau yang sering disebut dengan behel ini. Kegunaan utama memasang behel gigi adalah untuk merapikan letak dan susunan gigi. Maka dengan menggunakan behel dapat memperbaiki penampilan gigi, proses makan, dan berbicara. Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh ahlinya, yaitu dokter gigi spesialis ortodontis.



Naah pemasangannya saja harus ke dokter spesialis gigi atau ortodontis, jadi bukan sekedar gaya aja ya memakai behel atau kawat gigi ini.

Lalu untuk anak usia 9 tahun ke bawah sudah boleh gak sih memakai behel atau kawat gigi? ini pasti menjadi pertanyaan banyak orang tua. kita cari tahu yuk..

Sebenarnya anak usia 9 tahun sudah bisa menggunakan kawat gigi. Namun tentu saja kita harus membawa ke dokter gigi terlebih dahulu agar bisa dilakukan pengecekan. Sebaiknya sejak kecil ketika anak berusia 7 tahun sebaiknya anak sudah dibiasakan konsultasi dengan dokter seperti pengecekan gigi susu yang mungkin tanggal atau pengecekan struktur kondisi rahang gigi sehingga ketika struktur gigi berantakan atau bentuk rahang yang kurang baik maka bisa dilakukan langkah perawatan sebab ketika usia anak masih muda akan menguntungkan anak sebab bisa diperbaiki dengan cepat dan mudah masalah pada gigi anak.

 Menurut Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Drg Zaura Rini Anggraeni. "Apabila anak ingin memakai behel, gigi taring mereka harus sudah tumbuh. Karena, gigi taring digunakan sebagai 'marker' atau tonggak dalam memasang behel. Biasanya pada usia 13-14 tahun itu sudah tumbuh,".

Drg Rini juga menambahkan pemasangan behel pada anak juga perlu memperhatikan aturan yang ada. Misalnya letak gigi taring tidak boleh diubah-ubah. Jadi, yang boleh dimaju-mundurkan adalah gigi selain taring. Selain itu, lanjut Rini, hal yang tidak kalah penting dalam pemasangan kawat gigi pada anak adalah memastikan bahwa kondisi gigi mereka dalam keadaan sehat dan melakukan observasi secara periodik ke dokter gigi untuk memastikan apakah kawat gigi boleh dipasang atau tidak.

So bapak dan ibu yang ingin memasang kawat gigi atau behel kepada buah hatinya boleh-boleh saja. Asalkan sang buah hati sudah berusia 7 tahun ke atas, dan harus dikonsultasikan kepada ahlinya dalam hal ini kepada dokter spesialis gigi/ ortodontis.

Semoga informasinya bermanfaat. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.

Minggu, 01 Mei 2016

Manfaat Tidur Tepat Waktu Bagi Anak




Tidur merupakan kegiatan yang sangat menarik bagi orang dewasa seperti kita. Jika diberi kesempatan untuk tidur maka kita akan mafaatkan waktu itu dengan sebaik mungkin. Lalu bagaimana dengan si kecil?. Mereka sangat tidak suka jika disuruh untuk tidur terlalu cepat, mereka masih ingin terus dan terus bermain bahkan hingga larut malam.

Tau ga Bunda, jumlah tidur yang dibutuhkan si kecil  berbeda-beda loh harus sesuai usianya. Coba cek, sudah cukupkah waktu tidur untuk si kecil ?. Secara bertahap seiring dengan meningkatnya usia, maka makin sedikit waktu tidur yang dibutuhkan si kecil. Namun pada dasarnya seorang anak membutuhkan banyak waktu tidur. Berikut adalah jumlah tidur anak per hari berdasarkan usia:


  •  Bayi   0-1 tahun:  waktu tidur: 14-15 jam yang terdiri dari 8 jam tidur malam, dan 6-7 jam tidur siang.
  •  Batita 1- 3 tahun:  waktu tidur: 12-14 jam, terbagi atas 11 jam tidur malam, dan 2-3 jam di siang hari.
  • Usia pra sekolah 4-6 tahun:  waktu tidur: 11-13 jam, yakni 10-11 jam tidur malam, dan 2 jam di siang hari.
  •  Usia sekolah 7-12 tahun:  waktu tidur: 10-11 jam, terdiri dari 8-9 jam tidur malam, dan 2 jam di siang hari.

Para peneliti di Inggris menemukan bahwa anak-anak yang memiliki jam tidur terjadwal dan tepat waktu menunjukkan kecenderungan memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Menurut Hufftington Post, lebih dari 11 ribu anak di Inggris dari berbagai usia, yaitu 3,5 dan 7 tahun dianalisa dan diuji dalam hal kemampuan membaca, matematika dan ketrampilan spasial. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidak tidur pada jam yang sama saat mereka berusia 3 tahun mendapatkan nilai yang lebih rendah dalam tes membaca dan matematika pada usia 7 tahun. Sedangkan anak-anak yang sering tidur larut menunjukkan adanya kekurangan dalam hal kemampuan kognitif.

Sebagai tambahan saya beri informasi nih, manfaat dari tidur tepat waktu bagi si kecil ya Bunda. Coba perhatikan dibawah ini, ternyata tidur:

1. Mampu meningkatkan memori

Ternyata ketika kita sedang tidur. Otak bekerja dengan sedemikian rupa dan mampu memperkuat ingatan kita atau yang sering disebut dengan konsolidasi. Ketika kita hendak mempelajari suatu hal, maka otak yang bekerja saat kita sedang tertidur, otak akan mempelajari hal tersebut sehingga nanti hasilnya akan menjadi lebih baik.

2. Mampu memacu kreatifitas 

Selain mengkonsolidasi dan memperkuat memori, otak juga akan menata dan merestrukturisasi memori, sehingga memberikan kita lebih banyak kreatifitas. Para peneliti di Harvard University dan Boston College menemukan bahwa selama tidur sepertinya memperkuat komponen emosional memori, yang bisa membantu memacu proses kreatif.

3. Mampu menjadi Juara olahraga 

Bagi seorang atlet, tidur mungkin adalah satu cara sederhana untuk meningkatkan kinerja. Sebuah studi yang dilakukan Stanford University menemukan bahwa : Pemain sepak bola disebuah perguruan tinggi yang mencoba tidur setidaknya 10 jam setiap malam selama tujuh sampai delapan minggu,rata-rata meningkatkan waktu sprint, tidak terlalu merasa lelah disiang hari, dan lebih banyak memiliki stamina. Hasil penelitian ini mencerminkan temuan sebelumnya, yaitu terlihat pada pemain tenis dan atlit berenang.

4. Meningkatkan nilai akademis

Anak berusia antara usia 10 dan 16 yang memiliki gangguan pernapasan tidur, diantaranya mendengkur, sleep apnea, dan jenis-jenis gangguan pernapasan saat tidur, lebih cenderung memiliki masalah dengan perhatian dan pembelajaran – menurut sebuah studi tahun 2010 pada Journal Sleep. Hal ini bisa mengakibatkan  “gangguan fungsional yang signifikan di sekolah,” menurut para penulis penelitian. Dalam studi lain, mahasiswa yang tidak mendapatkan cukup waktu tidur memiliki nilai yang lebih buruk daripada mereka yang cukup tidur. Bagi yang mencoba untuk memenuhi target waktu, biasanya akan mengorbankan tidur. Akan tetapi kurang tidur yang parah jelas mengganggu belajar.

5. Mencegah hiperaktif pada anak-anak

Kurang tidur dapat menyebabkan gejala ADHD pada anak-anak. Anak-anak tidak bereaksi sama seperti pada orang dewasa jika kurang tidur. Jika orang dewasa mengantuk, maka anak-anak cenderung menjadi hiperaktif jika kurang tidur. Sebuah studi 2009 di jurnal Pediatrics menemukan bahwa anak-anak berusia tujuh dan delapan tahun yang mendapatkan kurang dari delapan jam tidur malam, lebih cenderung menjadi hiperaktif, lalai, dan impulsif. Para peneliti mendiagnosa dan mengukur waktu tidur dengan mengukur perubahan listrik di otak. Jadi tidak mengherankan jika tidur mempengaruhi otak.

Demikianlah informasi yang dapat saya bagi kali ini. Semoga informasi diatas dapat berguna dan menjadi inspirasi buat Ayah dan Bunda dalam menjaga tumbuh kembang si kecil menjadi lebih baik. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.



Makan Banyak Permen Atau Coklat Akan Membuat Anak Hiperaktif?




Anak-anak pada umumnya sangat suka dengan makanan yang manis, terutama permen. Para orang tua sangat mewanti-wanti buah hatinya untuk mengurangi mengkonsumsi makanan manis seperti permen, dan coklat.

Permen memiliki bahan dasar utama yaitu gula, pewarna dan air. Berbagai macam permen tersedia,beraneka ragam rasa, warna dan juga tekstur. Permen sudah ada sejak dulu kala, walaupun dahulu hanya sebatas gumpalan madu kering kemudian mengalami perkembangan pertama kali oleh salah seorang warga negara belanda pada tahun 1828 yang bernama permen coklat.

 Sehingga tidak heran jika permen dijadikan salah satu kenyamanan untuk anak sejak dahulu kala yang telah menjadi kebiasaan di masyarakat. Beberapa orangtua jaman dulu juga suka memberi statement bahwa memakan permen dan coklat dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan membuat anak menjadi hiperaktif.

Hiperaktif??? kenapa anak bisa menjadi hiperaktif jika sering mengkonsumsi makanan manis seperti permen dan coklat. Hiperaktif merupakan gangguan tingkah laku abnormal yang disebabkan karena gangguan fungsi neurologi sehingga kesulitan dalam memusatkan perhatian. Salah satu penyebabnya dikarenakan adanya kerusakan kecil pada saraf, pusat dan otak sehingga konsentrasi menjadi sulit dikendalikan.

Adapun pendapat dari The American Dietetic Association (ADA) bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menyebabkan anak menjadi hiperaktif dikarenakan banyak mengkonsumsi makanan manis. Adapun anggapan yang menghubungkan makanan manis dapat membuat anak hiperakif timbul dikarenakan beberapa anak yang mengkonsumsi makanan manis di acara pesta menjadi cenderung berperilaku aktif, jelas saja ini tidak dapat disimpulkan bahwa sugar rush (makanan dengan indeks glisemik tinggi) dapat mengakibatkan anak hiperaktif. Daripada anda menyalahkan gula sebagai penyebab hiperkatif sebaiknya anda memeriksa lingkungan sekitar anda, salah satunya adalah faktor yang menyebabkan anak menjadi overstimulasi.

Walaupun mengkonsumsi gula tidak akan mempengaruhi perilaku anak menjadi hiperaktif akan tetapi beberapa anak mungkin akan menjadi sensitif terhadap gula dibandingkan dengan anak lainnya. Penelitian menemukan bahwa kecenderungan perilaku seperti kurangnya kosentrasi dan kemampuan belajar akan dialami oleh anak yang sensitif terhadap gula apabila mengkonsumsi pada jumlah yang sangat besar. Terlepas dari itu semua, sebaiknya anda sebagai orang tua membatasi makanan dan minuman yang terlalu manis untuk menjaga kesehatan anak anda, terutama kesehatan gigi. kebanyakan mengkonsumsi makanan yang manis akan menyebabkan anak menjadi malas makan, terutama buah-buahan dan sayuran karena sudah terbiasa makan yang manis.

Jadi Ayah dan Bunda sebenarnya bukan karena permen, ataupun coklat yang menyebabkan si kecil menjadi hiperaktif. Ada beberapa faktor lain yang menyebakan hal tersebut. Mungkin lingkungan sekitar tempat Bunda tinggal lebih dominan anak-anak yang aktif. Ataupun bisa jadi si kecil kekurangan vitamin dari buah-buahan dan sayur-sayuran. Si kecil juga boleh saja memakan permen dan coklat asalkan setelah makan mereka menyikat gigi mereka.

Banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran sangat baik untuk anak. Namun sepertinya butuh banyak perjuangan untuk memberi si kecil makan sayur-sayuran. Anak-anak cenderung tidak suka makan sayur karena bagi mereka tidak enak dan tidak menarik untuk makan sayur-sayuran.

Perlu usaha yang keras dan kreasi yang sangat kreatif dari Bunda sekalian untuk mengajarkan anak memakan makanan yang sehat mengurangi konsumsi permen dan coklat demi kesehatan mereka kelak. Mereka juga bisa dipelihatkan contoh tubuh yang sehat karena memakan makanan sehat, dan anggota tubuh yang sakit akibat memakan permen dan coklat.

So buat Ayah dan Bunda bijaklah menjadi orang tua agar si kecil tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat. Salam Lima Jari. Salam Anak Indonesia Hebat.