Senin, 25 April 2016

Hati-Hati Bunda Perhatikan Tontonan Anak Anda




Dunia anak adalah bermain. Anak juga sangat gemar menonton video ataupun televisi. Namun di negara kita tercinta ini tontonan bagi anak sangatlah tidak bersahabat lagi. Sejak dini anak kita disuguhkan dengan tontonan sinetron yang tidak mendidik. Bahkan saat ini filim-filim dari negara India, Turki, sampai negeri ginseng Korea mendominasi acara-acara di televisi nasional milik kita. Dahulu kita punya Pak Raden dengan tokoh Unyilnya yang sangat melengenda hingga saat ini, kita juga punya banyak artis-artis cilik yang gemar menyanyikan lagu-lagu bertemakan anak-anak. Namun saat ini sepertinya pelan-pelan itu mulai menghilang. Dunia entertaiment sekarang tidak lagi memperdulikan perkembangan karakter anak. Mereka hanya memperdulikan bagaimana mendulang penonton sebanyak-banyaknya dan meraih utung yang sebesar-besarnya.

Sebenarnya tontonan bagi anak bisa menjadi tuntunan atau media pembelajaran bagi mereka. Oleh karena itu orang tua harus cerdas dan bijak memilih tontonan yang tepat untuk anak. Menurut Dr Frieda Mangunsong, M.Ed, Associate Professor dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, film adalah salah satu media yang mampu mempengaruhi anak-anak bahkan sejak mereka bayi sekalipun. Dari film, anak-anak bisa mendapatkan berbagai hal mulai dari meniru kata-kata, mengenal warna, benda, gerakan, musikalitas, ritme dan banyak hal. “Anak-anak menyukai film karena dalamnya terdapat banyak sekali unsur. Ada tema dan pesan, kaya akan gambar dan warna, tampilan kata-kata, gerakan visual dan adegan-adegan yang menghibur,” ungkap Frieda. Menurut Frieda, tayangan media juga dapat memberikan model-model tertentu bagi anak-anak mulai dari kekerasan, kecerdasan, kepemimpinan, keceriaan, kejenakaan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua memilih tontonan bagi putra-putrinya.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar anak kita tercegah dari tontonan yang berbahaya bagi tumbuh kembang karakter mereka:

1. Damipingi mereka ketika sedang menonton

Setiap stasiun televisi nasional di Indonesia selalu mencantumkan apakah film itu boleh ditonton oleh anak atau anak harus ditemani ketika sedang menonton. Alangkah lebih baiknya jika kita sebagai orang tua sejak dini menemani dan memperhatikan tontonan anak kita. bimbing mereka dan bantu mereka menerjemahkan maksud dan inti cerita dari film yang mereka tonton.

2. Buat aturan menonton bagi anak 

Kita boleh memberi rules atau aturan kepada anak kita agar mereka disiplin dalam menonton televisi. Kita bisa saja membuat aturan mereka hanya bole menonton tayangan anak-anak, ataupun mereka boleh menonton jika ditemani oleh papa atau mama. Beri juga mereka durasi atau waktu menonton agar mereka terbiasa tidak menonton dalam jangka waktu yang lama.

3. Selektif dalam memilih tontonan anak

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan mulai sekarang buatlah pengaturan pada settingan saluran televisi yang hanya boleh ditonton oleh anak anda. Kita juga bisa membuat settingan pada media Youtube dengan mencantumkan usia dari pengguna sehingga secara otomatis mereka akan terhindar dari konten-konten tontonan yang tidak sesuai dengan usia mereka. 

4. Hindari menonton menjelang tidur

Anak-anak sangat suka menonton di malam hari. Hal ini sebenarnya sangat tidak baik. Pada malam hari sebaiknya mereka hanya diberi tugas belajar ataupun menyiapkan bahan pelajaran yang akan dibawa ke sekolah keesokan harinya. Setelah itu mereka harus segera tidur agar mereka tidak terlambat bangun, dan tidak terlambat datang ke sekolah.

5. Pilihlah tontonan yang baik untuk anak

Terakhir yang terpenting adalah kita harus bisa memilih tontonan yang baik untuk anak kita. Kita harus menyortir mana saja yang bagus dan tidak layak ditonton oleh anak kita. pengaturan saluran televisi, mengurangi penggunaan gadget akan membantu anak tidak kecanduan menonton.


Kita tidak bisa memaksakan anak kita untuk tidak menonton televisi ataupun menonton video. Karena masih banyak tontonan yang baik untuk anak, namun tak sedikit juga tontonan yang tidak baik untuk anak. Sebagai orang tua kita berperan aktif dalam membimbing anak kita mengarahkan mereka ketika sedang menonton. Karena kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi.. Salam Anak Indnesia Hebat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar