Senin, 16 Mei 2016

Bersatu Untuk Anak Indonesia Hebat






Indonesia adalah negara dengan 270 juta jiwa lebih penduduk yang tinggal di Negara yang menganut paham demokrasi ini. Indonesia juga dikenal dengan negara yang memiliki tempat wisata dan budaya yang beranekaragam, bahkan dapat dikatakan sangat unik dan menarik untuk dikunjungi satu persatu.

Jika berbicara budaya pasti sangat identik dengan kesenian seperti: musik, tarian, pakaian tradisional, dan permainan tradisional. Kesenian seperti musik dan tarian di Indonesia sangatlah beragam mulai dari Aceh hingga ke ujung papua, kesemua budaya itu sangatlah menarik dan memiliki ciri khas masing-masing.

Permainan tradisional pasti memiliki hubungan yang erat dengan anak-anak. di Indonesia sangat banyak jenis-jenis permainan tradisional yang sangat menarik untuk dimainkan. Ada permainan Engrang, patok lele, lompat tali, alib kucing, tongkat bambu, kelereng, pecah piring, ular naga,

Namun ditengah derasnya era teknologi yang masuk ke Indonesia. Saat ini hanya sedikit anak yang masih mau memainkan permainan tradisional di sekitar rumah mereka. Bahkan lebih parahnya hanya anak yang tinggal di daerah pinggiran atau pedesaan saja yang masih memainkan permainan ini. Anak-anak di kota sudah terkontaminasi dengan permainan moderen seperti: playstation, X-box, tablet, dll.

Bicara soal pendidikan di Indonesia juga tak kalah mengenaskan. Masih banyak kita bisa dapati sekolah yang bangunannya hampir rubuh. Atau masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Dan yang paling dilematis bagi para guru saat ini adalah murahnya upah yang mereka terima ketika menetapkan hati mereka untuk berkarir menjadi seorang guru. Di daerah masih banyak guru-guru honorer yang masih digaji dibawah upah minimum provinsi, bahkan ada yang hanya digaji 400.000 per bulannya. waaawwww!!!!

Sungguh ironis memang dikala banyak para pesohor atau bintang sinetron di negeri ini dibayar mahal hanya untuk memberikan tontonan yang tidak mendidik kepada anak-anak. Sedangkan para guru harus menderita dengan upah yang murah, namun harus bekerja keras merubah moral dan akhlak anak didiknya.

Perjuangan. memang sebuah perjuangan yang tiada hentinya jika kita berbicara tentang dunia pendidikan di Indonesia, negeri yang kita cintai, Tanah Air Jaya sakti. Begitulah para penyair menciptakan lirik lagu berjiwa nasionalisme bagi kita semua. Namun apa hasilnya saat ini?


Untuk pergi ke sekolah pun mereka harus bertaruh nyawa. Lihatlah anak-anak yang ada pada gambar ini. Tegakah kita membiarkan mereka mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Dimana hati nuranimu wahai para pemimpin negeri? Beri mereka kesempatan yang sama jangan pernah bedakan mereka. Karena mereka hanya ingin mendapatkan ilmu belajar di sekolah yang aman dan nyaman bagi mereka.


Tempat mereka menimba ilmu juga tidak layak untuk ditempati. Atap yang rusak, genting yang bocor, tembok dan dinding yang mau rubuh. Apakah itu cermin dari rumah pendidikan kita saat ini. Kenapa di kota gedung-gedung sekolah sangat bagus, berdiri dengan kokoh dan megahnya. Kenapa mereka yang kecil tidak bisa merasakan kenyamanan belajar yang sama. Bukankah mereka sama-sama Anak Indonesia.




Lalu apa kabar dengan mereka para anak jalanan, yang mengadu nasib dan hidup mereka di jalanan ibu kota. Apakah mereka sudah mendapatkan pendidikan yang layak. Kerena seyogyanya Fakir Miskin dan Anak terlantar di Pelihara oleh Negara. Negara harus menjamin kehidupan anak-anak bangsa ini. Jangan mereka dibiarkan berada di jalanan. Jangan pernah biarkan mereka kepanasan dan kehujanan hanya untuk mendapatkan ilmu pendidikan.




Sudah saatnya kita introspeksi diri apa yang sudah kita lakukan kepada generasi penerus bangsa ini. Mereka adalah cerminan bangsa kita di masa yang akan datang. Berilah mereka kesempatan untuk belajar. Wujudkanlah cita-cita mulia mereka. Bimbinglah mereka agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang perduli terhadap rakyatnya.

Jika bukan kita siapa lagi. Jika bukan sekarang kapan lagi. Salam Anak Indonesia Hebat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar