Senin, 30 Mei 2016

Sekolah Nasional vs Sekolah Nasional Plus






Menjamurnya sekolah Internasional di Indonesia bukanlah hal yang baru lagi saat ini. Di setiap kota sudah memiliki beberapa sekolah Internasional. Ada yang mengambil konsep dari Amerika, Australia, Bahkan Singapura. Semua sekolah Internasional ini menawarkan keunggulan mereka masing-masing, dengan sistem yang sudah mereka miliki.

Keberadaan sekolah Internasional ini menjadi ancaman tersendiri bagi sekolah-sekolah lokal yang sudah lama eksis di Indonesia. Tidak sedikit pula sekolah lokal yang tutup dikarenakan kalah bersaing dengan sekolah Internasional. Pada umumnya sekolah lokal kalah dengan fasilitas yang dimiliki oleh sekolah Internasional, dimana sekolah Internasional pastinya memiliki kualitas fasilitas no wahid

Sekolah ‘biasa’ atau sekolah nasional sebenarnya juga punya segudang kegiatan dan prestasi yang cukup dan sangat baik. Tak heran murid-murid di antara kedua ‘jenis’ sekolah ini pun bersaing dalam berbagai bidang. Kehadiran sekolah-sekolah baru justru membuat banyak sekolah termasuk di dalamnya sekolah favorit yang telah punya nama puluhan tahun, memacu diri agar menjadi sekolah yang lebih baik.

Perbedaan sekolah lokal dan sekolah Internasional juga terletak dari kurikulumnya. Sekolah lokal pada umumnya mengacu pada kurikulum nasional, sekolah internasional memilh penggunaan kurikulum internasional dalam proses mengajarnya, seperti IB (International Baccalaureate), Cambridge, dan lainnya. Berdasarkan kurikulum internasional tersebut, semua materi ajar akan disampaikan dalam bahasa Inggris. Banyak orang tua berpikir bahwa kurikulum internasional tersebut akan membuat anak menjadi lebih pandai dibanding jika ia belajar menggunakan kurikulum nasional. 

Itu karena kurikulum internasional memang umumnya menuntut anak menjadi lebih kreatif dan berorientasi pada proses, Dan hal ini yang perlu dipelajari oleh semua sekolah lokal dengan mengambangkan sistem kurikulum mereka dengan mengawinkannya dengan kurikulum sekolah internasional, kita mengambil yang positif dari mereka tanpa meninggalkan kekuatan pendidikan lokal dari negara kita.

Hampir semua sekolah nasional plus tidak menggunakan sistem peringkat karena mereka meyakini bahwa tiap-tiap anak itu unik, ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi  anak belajar sesuai kemampuannya. Bahkan ada yang tidak mengenal sistem tinggal kelas, semua anak naik kelas. Sistem penjaringan murid barupun tidak semenakutkan seperti sekolah unggulan Nasional. Tes masuk sekolah unggulan Nasional tidak  gampang. Selain tes akademik juga ada psikotest, ada persyaratan IQ minimum. Yang bisa masuk pastilah yang the best. Jadi kalau input bagus + high pressure = output bagus. 

Perbedaan yang sangat mencolok lainnya terlihat dari biaya uang sekolah. Jika sekolah nasional masih bisa dijangkau dengan bayaran sekitar 1 jutaan. Sekolah nasional plus paling murah sudah dibanderol dengan harga paling minimum 2 jutaan.

Sekolah nasional plus memiliki sistem low pressure, yang membuat anak-anak lebih berkembang, tidak sekedar menghapal tapi juga lebih memahami dan bisa mengembangkan kreativitas lain yang non akademik. Dari pengamatan saya, walaupun Nasional Plus ‘pemberontakan’ dari kurikulum Nasional yang dianggap terlalu membebani anak-anak sehingga anak-anak bisanya cuma menghapal text-book, tapi membuat mereka mengerti mengaplikasikan apa yang sudah mereka pelajari. Sekolah nasional nasional plus juga memiliki keyakinan  bahwa apa yang anak lihat akan cepat mereka lupakan. Tetapi apa yang mereka lakukan akan membuat mereka menjadi lebih paham.

Lalu apa benar output anak-anak Nasional Plus sesuai yang diidam-idamkan oleh semua orangtua? Menjadi generasi yang 'cerdas' bukan sekedar pintar, Kritis dan kreatif serta pengetahuan lebih banyak ? Kalaupun lulus UN. Apakah mampu bersaing dengan anak-anak SMA Nasional memperebutkan bangku Perguruan Tinggi favorit? Kalau tidak, bagaimana nanti kuliahnya? Bagaimana mengukur parameter lainnya, prestasi non akademik? Lulusannya jadi apa atau sekolah dimana ? Tentu tidak mudah mencari datanya saat ini.

Pilihlah sekolah sesuai dengan bakat dan minat anak kita. Jangan terlalu memaksakan kehendak kita sebagai orangtua. Semua sekolah pada umumnya mempunyai niat yang baik mendidik para generasi penerus bangsa. Dan tidak sedikit juga sekolah yang dibuka hanya untuk mencari keuntungan materi semata. 

Sudah saatnya semua sekolah berbenah baik sekolah nasional biasa dan sekolah nasional plus. Kita bisa mengambil hal yang positif dari masing-masing keunggulan sekolah dan membuang yang negatif. Bagaimanapun juga kita tinggal di Indonesia. Kita harus menciptakan generasi penerus yang cerdas, mampu bersaing dengan dunia Internasional, serta tidak lupa akan sejarah bangsa. Cinta dengan Tanah Air Indonesia. Salam Anak Indonesia Hebat.


1 komentar: